Sungai Batang – Di Kelurahan Benteng, Kecamatan Sungai Batang, sore tak hanya tentang pulang kerja. Bagi Serka Maihasan, sore adalah waktu merawat Indonesia. Babinsa Koramil 07/Reteh itu kembali turun. Melaksanakan Pendampingan SDM sekaligus Komsos. Karena bagi TNI, menjaga negeri dimulai dari menjaga hati rakyat.
“Komsos merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Babinsa sebagai aparat teritorial untuk berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan warganya sehingga tercipta hubungan yang baik antara TNI dan rakyat terutama dengan masyarakat desa binaan,” begitu amanah yang ia pegang. Tak ada sekat. Tak ada jarak. Hanya ada duduk sama rendah, teguk teh sama hangat.
Di beranda warga Benteng, Serka Maihasan menitip pesan yang teduh tapi tegas. “Dalam kegiatan komsos ini Babinsa Serka Maihasan mengajak masyarakat agar selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan sehingga selalu terjaga silahturahmi yang baik antar sesama warga lainnya.” Sebab ia tahu, desa yang kompak adalah benteng pertama NKRI.
Ia tak berhenti di situ. Kamtibmas jadi bekal kedua. “Selain itu, kita harus tetap menjaga kamtibmas untuk mencegah tindakan kriminalitas dengan selalu menjaga komunikasi antar sesama sehingga keamanan selalu di rasakan di tengah-tengah warga sekitar,” ujar Serka Maihasan. Karena aman bukan hadiah. Aman adalah kerja bersama. Dari sapa tetangga, dari ronda yang dijaga, dari telinga yang mau mendengar.
Bagi Serka Maihasan, Komsos adalah jembatan. “Komsos untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan warga binaannya sekaligus untuk saling tukar informasi apabila ada permasalahan di wilayah binaan agar segera melaporkan kepada Babinsa.” Ia ingin jadi tempat pulang bagi keluh kesah warga. Tempat pertama saat masalah datang, sebelum jadi bara.
Warga Benteng menyambut. Ada yang curhat soal anak muda. Ada yang tanya soal keamanan kebun. Serka Maihasan mendengar. Mencatat. Menjawab dengan sabar. Karena Babinsa bukan hanya penjaga tapal batas. Ia penjaga rasa percaya antara rakyat dan negaranya.
Sore beranjak. Komsos usai. “Selama kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan tertib.” Aman karena hati bertemu hati. Tertib karena semua merasa didengar. Dan Benteng pulang dengan satu rasa: mereka tak sendiri menjaga kampungnya.
Dari Sungai Batang, pesan itu sederhana. TNI kuat karena rakyat. Rakyat tenang karena TNI dekat. Dan selama Serka Maihasan masih mau duduk di tikar warga, Inhil punya alasan untuk yakin: persaudaraan adalah pertahanan terbaik.
Di Kelurahan Benteng, Merah Putih tak hanya di tiang bendera. Ia ada di silahturahmi yang dijaga. Di kamtibmas yang dirawat. Di Komsos yang tulus. Semua karena seorang Babinsa yang percaya, Indonesia besar dirawat dari hal paling kecil: komunikasi dari hati ke hati.(*)