ENOK, Medialokal.co - Di Parit Mindit, Desa Sei Rukam, tanaman cabai yang baru saja dipupuk tampak segar diterpa angin pagi. Di sampingnya, Bripka Aan Wahyudi berdiri bersama pemilik lahan, bukan sebagai petugas, tapi sebagai saudara yang ingin melihat pekarangan rumah berbuah merah
Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Sei Rukam Bripka Aan Wahyudi melakukan pemantauan dan pengecekan tanaman cabai di lahan milik Sdr. Anjak, Parit Mindit RT 004/002, Desa Sei Rukam, Kecamatan Enok, Senin 11 Mei 2026. Kunjungan itu sederhana, tapi maknanya besar, memastikan setiap jengkal tanah warga bisa memberi makan keluarganya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga agar lebih produktif dan mendukung ketersediaan bahan pangan lokal, terutama komoditas hortikultura seperti cabai. Bripka Aan percaya, ketahanan pangan tidak harus dimulai dari lahan luas. Cukup dari halaman rumah, dari satu bedeng cabai, dari satu keluarga yang mau menanam.
Kapolres Inhil melalui Kapolsek Enok Iptu Parsaulian Simanjuntak SH MH menyampaikan bahwa program ketahanan pangan menjadi perhatian serius jajaran Polres Inhil sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat hingga ke kecamatan. “Melalui kegiatan pemantauan ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menanam komoditas pangan di lingkungan rumahnya, sekaligus memperkuat kemandirian pangan lokal,” tegas Kapolsek Enok.
Bagi Kapolsek Enok, peran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam menggerakkan warga agar memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah. “Kami terus mengarahkan para Bhabin agar hadir langsung mendampingi warga di lapangan, sehingga program ini bisa berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujarnya. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi jembatan antara kebijakan dan kenyataan di desa.
Dalam kegiatan tersebut, Bripka Aan Wahyudi mengecek langsung kondisi tanaman cabai milik Bapak Anjak Y. Ia menyentuh daunnya, melihat batangnya, memastikan pupuk sudah cukup dan hama tidak menyerang. Dengan suara pelan, ia memberi arahan ringan seputar perawatan serta pengendalian hama tanaman. “Kalau dirawat baik-baik, cabai ini bisa panen beberapa kali. Dapur Ibu tidak perlu beli lagi,” katanya.
Bripka Aan ingin warga merasa bahwa negara hadir sampai ke pekarangan rumah. “Kami tidak datang untuk memeriksa. Kami datang untuk menemani. Kalau ada yang bingung cara merawat, kami bantu. Kalau ada yang semangat, kami dukung,” ujarnya. Baginya, cabai di halaman rumah adalah bentuk bela negara yang paling dekat.
Di Sei Rukam, ajakan ini disambut dengan senyum. Warga mulai melihat pekarangan yang dulu kosong kini punya nilai. “Kalau cabai ini berhasil, tetangga sebelah juga mau tanam. Lama-lama satu kampung bisa mandiri,” kata Bapak Anjak Y. Semangat itu yang ingin dijaga Bhabinkamtibmas.
Kapolsek Enok berharap, semangat warga untuk menanam terus terjaga. “Harapannya, masyarakat dapat terus menjaga semangat ini agar ketahanan pangan berbasis keluarga bisa terwujud secara nyata,” tutupnya. Karena bagi Polsek Enok, desa yang kuat adalah desa yang tidak takut kekurangan.
Di Parit Mindit, setiap pohon cabai yang tumbuh adalah janji. Janji bahwa warga Sei Rukam tidak akan mudah goyah oleh harga pasar. Dan di antara baris cabai itu, Bripka Aan Wahyudi bersama warga, sedang menanam kemandirian, satu pekarangan demi satu pekarangan, untuk Indonesia yang tidak pernah kekurangan.(*)