SAPAT - Di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Selasa siang itu tidak ada kepulan asap di langit. Hanya ada langkah Babinsa dan warga yang menyusuri wilayah untuk memastikan Karhutla tidak muncul di tapal batas desa
Babinsa Kelurahan Sapat, Koramil 04/Kuindra, Praka Adzan Niko, melaksanakan patroli dan sosialisasi Karhutla di wilayah Kelurahan Sapat, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 12.53 WIB s.d. 13.35 WIB. Patroli dilakukan untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah binaan.
Kegiatan melibatkan personel gabungan TNI 1 orang dan masyarakat 1 orang. Mereka bergerak menggunakan 2 unit sepeda motor untuk menjangkau titik-titik rawan. Titik koordinat patroli tercatat pada 0°18"52,7178"S, 103°17'57,7570"E.
Praka Adzan Niko mengatakan, patroli Karhutla bukan hanya soal mencari titik api. “Kami datang untuk memastikan warga tetap waspada. Kalau ada asap kecil, kami bisa cepat tangani. Tapi kalau warga peduli, api tidak akan sempat besar,” ujarnya.
Menurut Babinsa, pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat. “Asap itu bukan hanya merusak hutan. Asap merusak kesehatan anak-anak kita, merusak ekonomi warga. Maka kita jaga bersama, kita cegah bersama,” katanya. Ia menekankan, desa yang aman adalah desa yang tidak membakar.
Hasil patroli menunjukkan situasi aman dan terkendali. Tidak ditemukan titik api maupun asap di sepanjang jalur yang dilalui. “Alhamdulillah, hari ini nihil titik api dan asap. Tapi kita tidak boleh lengah. Musim kemarau masih bisa datang, jadi kewaspadaan harus terus dijaga,” ungkap Praka Adzan Niko.
Ia menambahkan, sosialisasi yang dilakukan di lapangan penting untuk mengingatkan warga tentang bahaya pembakaran lahan. “Kami jelaskan pelan-pelan, bahwa membakar lahan bukan solusi. Kalau tanah ingin subur, ada cara lain yang lebih aman dan tidak merugikan semua,” jelasnya.
Patroli ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat. “Kalau kita jalan bersama, kita jadi tahu kondisi lapangan. Kalau ada yang perlu dibantu, kami siap. Kalau ada yang perlu diingatkan, kami sampaikan,” kata Praka Adzan Niko.
Koramil 04/Kuindra menegaskan, patroli Karhutla akan terus dilakukan secara berkala, terutama di musim kemarau. “Perbatasan desa harus tetap hijau. Karena kalau desa hijau, udara bersih, dan warga sehat,” ujarnya.
Di Sapat, Praka Adzan Niko dan warga menutup patroli dengan satu harapan, langit tetap biru, tanah tetap aman, dan Karhutla tidak lagi menjadi ancaman bagi Kampung Pancasila.(*)