Pilihan
Bedakan Seragam Guru PNS dengan Honorer, Pemprov Jabar Dinilai Diskriminatif
MEDIALOKAL.CO - Entah ada hubungannya dengan kasus video dan foto syur berpakaian PNS yang diperankan guru honorer salah satu SMK di Kabupaten Purwakarta atau tidak, Pemprov Jabar tiba-tiba melakukan kebijakan penggantian seragam dinas.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dewi Sartika mengeluarkan surat kepada seluruh kabupaten/kota terkait pakaian dinas untuk SMA/SMK/SLB negeri. Surat tertanggal 20 September 2019 itu membedakan pakaian dinas harian (PDH) guru dan tenaga kependidikan (GTK) berstatus PNS dengan yang non PNS.
Jika sebelumnya tidak ada perbedaan, kini guru honorer dilarang menggunakan PDH warna khaki dan seragam Korpri. Mereka hanya boleh menggunakan kemeja polos warna terang dan celana gelap untuk pria. Sedangkan perempuan menggunakan blazer untuk Senin dan Selasa.
Rabu dan hari besar nasional atau setiap 17 Agustus kemeja putih, celana/rok hitam atau gelap. Kamis dan Jumat batik atau bordir.
Perubahan ini membuat guru honorer K2 di Jawa Barat tersentak. Mereka menilai kebijakan tersebut sangat diskriminatif.
"Disdik Jabar sudah melakukan tindakan diskriminatif dalam menentukan seragam. Di hadapan siswa, harusnya guru PNS maupun honorer tidak dibedakan. Sebab, kami mengajar sesuai dengan kurikulum," kata Koordinator Wilayah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Cecep Kurniadi kepada JPNN.com, Minggu (22/9).
Dia menduga, kebijakan tersebut dikeluarkan karena tindakan asusila dua oknum guru SMK yang viral di medsos dan sudah ditangani kepolisian.
"Tindakan bejat guru honorer non K2 itu berimbas ke semua honorer. Sekarang semakin kelihatan mana guru PNS dan honorer. Padahal sebelumnya, tidak ada yang tahu kami honorer," keluhnya.
Dia menambahkan, seragam khaki adalah pakaian dinas harian kebanggaan guru honorer. Dengan seragam tersebut mereka disegani para siswa dan orang tua karena dianggap PNS juga.
"Meski gaji minim tapi kebanggaan itu ada. Di mata masyarakat, kami guru PNS. Kalau sekarang dibedakan, kebanggaan hilang sudah," tandasnya. (*)
sumber : jpnn.com
https://m.jpnn.com/news/bedakan-seragam-guru-pns-dengan-honorer-pemprov-jabar-dinilai-diskriminatif?


Berita Lainnya
Polsek Bungaraya Bagikan 100 Bibit Pohon Berkah Sambut Idul Fitri 1447 H
Kapolres Inhil; 258 Personel Gabungan Siap Amankan Pawai Malam Takbir
Polres Siak Intensifkan Pengamanan di Rest Area KM 45 Kandis, Pemudik Dapat Rasa Aman dan Nyaman
Pos Pam Ops Ketupat Lancang Kuning 2026, Personil Koramil 09/Kemuning Siap Amankan Hari Raya Idul Fitri 2026
Lebaran Idul Fitri sudah di Ambang Pintu, Babinsa Koramil 03/Tpl Komsos Bersama Warga
Sinergitas Babinsa Koramil 03/Tpl Siagakan Pengamanan Jelang Idul Fitri 1447 H
Polsek Bungaraya Bagikan 100 Bibit Pohon Berkah Sambut Idul Fitri 1447 H
Kapolres Inhil; 258 Personel Gabungan Siap Amankan Pawai Malam Takbir
Polres Siak Intensifkan Pengamanan di Rest Area KM 45 Kandis, Pemudik Dapat Rasa Aman dan Nyaman
Pos Pam Ops Ketupat Lancang Kuning 2026, Personil Koramil 09/Kemuning Siap Amankan Hari Raya Idul Fitri 2026
Lebaran Idul Fitri sudah di Ambang Pintu, Babinsa Koramil 03/Tpl Komsos Bersama Warga
Sinergitas Babinsa Koramil 03/Tpl Siagakan Pengamanan Jelang Idul Fitri 1447 H