A100 Anak Ikuti Khitanan Massal Masjid Besar Baitul Makmur Tanjunguban

Tanjungpinang

Loading...

 

BINTANUTARA,medialokal.co - Sebanyak 100 anak dari Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dan Teluk Sebong mengikuti khitanan massal yang diadakan Masjid Besar Baitul Makmur Tanjunguban, Bintan Utara, Rabu (25/2) yang disponsori tim medis pimpinan dr Syamsurizal dari RSUP Kepri Ahmad Tabib Batu 8 Tanjungpinang dan RSUP Kepri Engku Ahmad DaudTanjunguban.

Ketua Masjid Baitul Makmur Tanjunguban, M Muntaha Ihwan, mengatakan khitanan massal digelar bertepatan dengan masa liburan anak sekolah, untuk memudahkan mereka dalam masa penyembuhan pasca khitan.

"Semoga lekas sembuh, cepat bisa bermain kembali. Dan waktunya masuk sekolah agar lebih semangat lagi" kata Muntaha.

Loading...

Ketua Panitia Khitanan massal, Yahya Eko, mengatakan, khitanan massal akan digelar setiap tahun. "Memanfaatkan waktu liburan sekolah dengan kegiatan positif, yakni khitanan massal," ujar Yahya.

Pimpinan Tim Medis dr Syamsurizal mengatakan, sebanyak 16 tim medis berpengalaman melayani pelaksanaan khitanan massal, sehingga pelaksanaan khitanan 100 orang dapat dilaksanakan dalam waktu singkat, yaitu seetngah hari. Sekali khitan sebanyak 8 anak.

"Kedepan kita berharap dapat melaksanakan pembagian kaca mata gratis kepada masyarakat kurang mampu yang menderita rabun jauh maupun rabun dekat. Kita juga merencanakan pelaksanaan operasi katarak gratis," harap dr Syamsurizal.

Kepada anak-anak yang dikhitan ia mengingatkan agar tidak menangis, mengikuti nasehat-nasehat tim medis. "Insyaallah lekas sembuh dan bisa bermain kembali seperti biasa," katanya.

Plt Gubernur Kepri, Isdianto, mengatakan, khitanan massal merupakan kegiatan yang menjadi fokus perhatiannya, karena berkaitan dengan kegiatan anak-anak.

"Anak-anak merupakan harapan kita semua dalam menyongsong hari esok yang harus lebih baik daripada hari ini. Mereka harus sukses dan lebih senang daripada kita, sebagai orang tuanya," kata Isidanto.

Anak-anak harus menjadi sumberdaya manusia (SDM) berkualitas, mumpuni, dan berprestasi. Bangun daerah kedepan lebih maju, bisa memenangkan persaingan dengan negara tetangga. Orang tua juga harus memberi motivasi dan semangat supaya anak-anak giat belajar.

"Kehidupan saya dulu susah, orang tua saya kerjanya 'motong getah' di kebun orang, bukan kebun milik sendiri. Selepas shalat subuh, saya membantu orang tua, ikut memotong getah sebelum berangkat sekolah," Isidanto bercerita dihadapan anak-anak.

Selesai memotong getah, ia berangkat ke sekolah yang jaraknya berkilo-kilo, dengan berjalan kaki, bukannya naik sepeda atau diantar orang tua dengan sepeda motor.

"Kehidupan kalian lebih baik daripada kehidupan masa kecil bapak, karena kalian harus lebih sukses," pesannya.(Rvi)






Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar