Pilihan
Melati Wulandari Terpilih dengan Suara Terbanyak 37 Lawan 10
Polsek Tempuling Amankan Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Kosong
Stafsus Jokowi Kaya Ilmu, tapi Miskin Pengalaman, Terperosok Lingkaran Bisnis Hitam di Istana”
MEDIALOKAL.CO – Keberadaan Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo diharapkan tidak dipengaruhi oleh kelompok-kelompok kepentingan yang ada di lingkaran istana.
Hal itu ditekankan berkenaan dengan adanya polemik dugaan konflik kepentingan Stafsus milenial, seperti keterlibatan Ruangguru sebagai mitra pemerintah dalam program Kartu Prakerja, di mana Ruangguru merupakan perusahaan rintisan milik Stafsus Adamas Belva Syah Devara.
Kemudian Stafsus Andi Taufan Garuda Putra yang ‘menitipkan’ perusahaanya, PT Amartha Mikro Fintek ikut program Relawan Desa Lawan Covid-19.
“Stafsus milenial dibina jangan dibinasakan, mereka adalah aset bangsa. Mereka kaya ilmu pengetahuan, hanya saja masih miskin pengalaman, apalagi pengalaman politik. Saya berharap senior-senior jangan seret mereka ke lembah hitam,” kata politisi PDIP Darmadi Durianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4).
Sebaliknya, kata dia, para tokoh yang terlebih dahulu terjun di dunia perpolitikan mengajarkan moral yang baik, dan berusaha menghindarkan para juniornya tersebut dalam konflik kepentingan.
Tak hanya itu, Darmadi juga mendesak agar stafsus milenial itu berani mengubur syahwat bisnisnya ketika sudah berada di pemerintahan.
Mereka harus bisa membedakan mana kepentingan bisnis dan kepentingan negara.
“Ada gurita bisnis di lingkaran istana. Sebaiknya perusahaan-perusahaan mereka mundur dari proyek-proyek pemerintah, seperti Ruangguru, Amartha dan sebagainya. Biarkan bisnis mereka berkembang secara alami. Mereka harus sadar bahwa mereka adalah pejabat publik,” tegas anggota Komisi VI DPR itu.
Di sisi lain, ia berpandangan polemik yang dialami Stafsus milenial bukan pada pelanggaran hukum, melainkan lebih kepada buruknya moral bisnis.
“Sekolah boleh tinggi dan terkenal di luar negeri, tapi minim pengalaman. Pokoknya jangan terjebak dan tergiur uang-uang yang diperoleh dari cara yang salah,” tandasnya.
“Jangan terbuai kejar keuntungan besar karena jadi pejabat publik. Tapi andalkan pada kompetensi berbisnis. Mari kita selamatkan mereka,” pungkasnya.*
sumber :
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/04/19/stafsus-jokowi-kaya-ilmu-tapi-miskin-pengalaman-terperosok-lingkaran-bisnis-hitam-di-istana/


Berita Lainnya
Anggota DPR RI Karmila Sari: Kampus STIKes Tengku Maharatu Buka Akses Kuliah Gratis lewat KIP Kuliah
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
Hadiri Cap Go Meh Bagansiapiapi, Karmila Sari: Keharmonisan Rohil adalah Kekayaan Nasional
Sehat Mental, Produktif Kerja: PT Patra Drilling Contractor Ajak Pekerja Lepaskan Stres Lewat Workshop Self Healing
GMNI Desak KPK Usut August Mellaz dan 4 Komisioner KPU: Jet Pribadi Rp90 Miliar Indikasi Korupsi Terstruktur
Hadapi Ancaman Sinkhole, PLN Bergerak Cepat Amankan SUTT 150 kV Bireuen-Peusangan
Anggota DPR RI Karmila Sari: Kampus STIKes Tengku Maharatu Buka Akses Kuliah Gratis lewat KIP Kuliah
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
Hadiri Cap Go Meh Bagansiapiapi, Karmila Sari: Keharmonisan Rohil adalah Kekayaan Nasional
Sehat Mental, Produktif Kerja: PT Patra Drilling Contractor Ajak Pekerja Lepaskan Stres Lewat Workshop Self Healing
GMNI Desak KPK Usut August Mellaz dan 4 Komisioner KPU: Jet Pribadi Rp90 Miliar Indikasi Korupsi Terstruktur
Hadapi Ancaman Sinkhole, PLN Bergerak Cepat Amankan SUTT 150 kV Bireuen-Peusangan