Sadis! Berawal dari Reuni Sekolah, Perselingkuhan Berakhir Mengerikan di Kamar Hotel

Pelaku (kiri) saat diamankan dan korban (kanan) 

Loading...

MEDIALOKAL.CO - Nasib buruk dialami seorang wanita bernama Listifah (38), dia ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di salah satu kamar Hotel Mahkota di Kecamatan Jati, Kudus, Jateng, pada Senin (26/10) pukul 15.00 WIB. 

Polisi menduga Listifah menjadi korban pembunuhan karena terdapat tanda-tanda kekerasan pada jasadnya. 

Namun tak butuh waktu lama, Senin malam, tidak berselang lama setelah penemuan jasad Listifah, Polres Kudus berhasil membekuk pelaku pembunuhan. 

"Alhamdulillah, dalam waktu relatif cepat bisa menangkap pelaku yang tak lain merupakan teman dekat korban," kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma didampingi Kasat Reserse Kriminal AKP Agustinus David saat menggelar jumpa pers, di Mapolres Kudus, Selasa (27/10). 

Loading...

AKBP Adiyta mengungkapkan, pelaku ditangkap di Jalan Mlati Kudus, Jawa Tengah pada Senin (26/10) malam atau setelah ditemukan jasad wanita yang merupakan teman selingkuhan pelaku. 

Pelaku berinisial K (40) merupakan warga Desa Loram, Kecamatan Jati, Kudus. 

Sedangkan korbannya bernama Listifah merupakan warga Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. 

Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan tersebut berawal ketika dirinya bertemu korban di hotel pada Minggu (25/10) pukul 14.30 WIB.

Setelah melakukan perselingkuhan, kemudian keduanya berselisih paham soal keputusan perselingkuhan harus diakhiri. 

Kemudian pelaku mencekik leher korban dan menekan bagian dada korban hingga meninggal dunia. 

Usai melakukan pembunuhan, pelaku meninggalkan hotel pada pukul 20.30 WIB, dan sempat ditanya petugas hotel apakah hendak keluar hotel pada malam hari. 

Pihak hotel sendiri baru mengetahui bahwa tamu wanita yang menyewa kamar hotel nomor 105 tewas dibunuh teman prianya pada Senin (26/10) siang ketika melakukan pengecekan kamar bersama anggota Polsek Jati, setelah sebelumnya diketuk pintunya tidak ada tanggapan. 

Barang bukti yang disita polisi, yakni pakaian korban dan pelaku serta sepeda motor milik pelaku maupun korbannya beserta telepon genggam. 

Baik pelaku maupun korbannya sama-sama sudah berkeluarga, sedangkan pertemuan keduanya terjadi saat reuni sekolah. 
"Saya berselingkuh sejak tiga bulan lalu. Sedangkan pembunuhan tersebut merupakan aksi spontan," ujarnya menyatakan menyesali perbuatannya. 

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (*)

Sumber: ANTARA, JPNN






Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar