Kasus Covid-19 Meningkat Setelah Libur Panjang, Masyarakat Diimbau Tetap di Rumah


MEDIALOKAL.CO - Tingkat penularan Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Ketua Bidang Perubahan Perilaku STPC 19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan, tingginya penularan ditunjukan oleh angka positivity rate yang mencapai 18 persen.

Menurutnya, hal ini merupakan tanda bahwa mobilitas orang di Indonesia sudah harus dikendalikan. Untuk itu, dia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap di rumah saja selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Positivity rate minggu ini di angka 18 persen, sebetulnya itu jadi sebuah alarm agar penularan tidak boleh semakin tinggi, yang paling penting (dilakukan) yaitu mengendalikan mobilitas," kata Sonny dalam talkshow ‘Libur Aman Tanpa Berpergian’ di gedung BNPB, Jakarta, Rabu (23/12).

Dia berharap, masyarakat Indonesia bisa mengikuti imbauannya. Sebab, kata dia, kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat setelah libur panjang. Bahkan, peningkatannya mencapai 118 persen. Selama tahun 2020 ini, sudah tiga kali libur panjang. Sonny memaparkan data peningkatan kasus selama periode libur panjang itu.

Libur panjang pertama yaitu saat hari raya Idulfitri di bulan Mei lalu. Dua minggu setelah libur Idulfitri, kasus Covid-19 di Indonesia meningkat sekitar 69 hingga 93 persen. Kemudian, setelah libur panjang HUT RI di bulan Agustus, meningkat sekitar 58 hingga 118 persen.

"Pada libur HUT RI di bulan Agustus, kasus naik setelah dua minggu sekitar 58-118 persen. Di akhir Oktober meningkat 17 sampai 22 persen. Jadi walaupun kita sudah membangun narasi jangan libur ataupun liburan aman tanpa kerumunan, ternyata kasusnya masih naik," ujar dia.

Peningkatan kasus ini, kata Sonny, bukan dikarenakan mobilitas yang tinggi saja, namun karena tingkat kepatuhan masyarakat menurun. Dia melihat, masyarakat Indonesia seperti mulai lupa bahwa bahaya virus Corona masih terus mengancam hingga saat ini.

"Kami melihat, masyarakat sudah ramai ya (ke luar rumah), seolah-olah pandemi ini sudah berakhir. Padahal Harus dipahami kita masih dalam masa pandemi," kata dia.

Bahkan, kata Sonny, hasil pengamatan Satgas menunjukkan bahwa setiap libur panjang, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol Covid-19 menurun.

"Kami mengamati setiap libur panjang selalu terjadi penurunan terhadap protokol Covid-19. Di bulan Oktober pas libur panjang, kepatuhan memakai masker turun terus," tandasnya.*


sumber :
https://spiritriau.com/Kesehatan/Kasus-Covid-19-Meningkat-Setelah-Libur-Panjang--Masyarakat-Diimbau-Tetap-di-Rumah





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]