Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Imbas Kekalahan Pilgubri, Membuka Peluang Musdalub di Tubuh Golkar Riau
PEKANBARU - Imbas kekalahan Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno pada pemilihan gubernur Riau (Pilgubri) membuka peluang terjadinya musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) Partai Golkar.
Andi Rachman menurut hitungan real count KPU berada diurutan ke-2 dengan raupan suara lebih kurang 24%. Torehan tersebut terpaut jauh dengan capaian paslon nomor urut 1, Syamsuar-Edy Natar, yang meraih suara hampir 40%.
Pengamat politik Universitas Riau, Mexaxai Indra, mengatakan opsi musdalub tersebut besar kemungkinan terjadi. Hal itu merujuk rekam jejak Partai Golkar di Riau. Meski begitu, jelas Indra, musdalub itu mesti dilakukan dengan soft (lembut).
"Untuk mengawal kebijakan Syamsuar-Edy di parlemen, tentu diperlukan sokongan suara politik yang masif. Nah jika nanti Syamsuar yang jadi Ketua DPD Golkar Riau, maka mesti ada komunikasi politik dengan partai pengusung. Kalau nanti Pak Syamsuar cepat lupa diri, melupakan partai pengusung, tentu akan menimbulkan konflik internal," paparnya kepada Riau1, Jum'at (29/6/2018).
Riau sendiri memang dikenal sebagai basis suara Golkar. Jika merunut torehan kursi partai Beringin tersebut di DPRD Riau pada periode 2014-2019 yang mencapai 14 kursi. Torehan yang sama juga berpeluang terjadi pada pemilu tahun depan.
Hanya saja, kata Indra, selain membangun komunikasi dengan partai pengusung.Syamsuar selaku pemenang juga mesti mencermati sosok Edy Natar. Pasalnya, mantan Danrem Wirabima itu punya peluang untuk menjadi Ketua DPD I Golkar.
"Kita kan tahu ada king maker dibalik Paslon Syamsuar-Edy, ada Rusli Zainal. Rusli Zainal itu kan punya jaringan baik di Riau maupun di tingkat DPP Golkar. Kalau nanti Pak Edy yang jadi ketua Golkar Riau, ini tentu juga membuat tak nyaman Syamsuar," sambungnya.
Disinggung, mengenai apa tindakan Syamsuar untuk internal Golkar bila terjadi Musdalub, sebut Indra, Bupati Siak tersebut perlu menjaga citra diri.
"Citra pak Syamsuar selama ini dihadapan publik adalah orang yang santun. Jadi bila Pak Syamsuar nantinya melakukan pembersihan terhadap orang-orang Golkar yang tak mendukungnya saat pilgub, maka ia akan dianggap sebagai orang yang melakukan politik balas dendam."
Sumber: riau1.com


Berita Lainnya
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Gelar Rakor Persiapan Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan IV 2025 KPU Riau Perkuat Kualitas Data Pemilih
Berbeda Pandangan dengan Pemkab, DPRD Inhil Ngotot Perjuangkan Kesehatan Gratis Untuk Rakyat, APBD Inhil 2026 Tertunda Disahkan
Dianggap Bisa Menjadi Jembatan Antara Tokoh Senior dan Tokoh Muda, Pirman Dinilai Layak Pimpin KKSS Inhil
Keterlambatan Pengesahan APBD Inhil, DPRD: Dokumen RAPBD Belum Diserahkan Pemkab
Data Pemutakhiran Pemilih Riau Lebih Lima Juta
Tekad Abidin Sosialisasikan Perda KTR di Kelurahan Maharatu
Gelar Rakor Persiapan Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan IV 2025 KPU Riau Perkuat Kualitas Data Pemilih