Pilihan
Warga Luar Pekanbaru Wajib Divaksin, Aturan PPKM Level 2
PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO -- Pekanbaru saat ini turun ke status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Aturan untuk aktivitas masyarakat, tidak jauh berbeda dibanding PPKM Level 1.
Aktivitas perekonomian, ibadah dan sektor lain masih dilonggarkan. Hanya saja, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru lebih menekankan vaksinasi terhadap masyarakat, baik itu warga Pekanbaru maupun luar Pekanbaru.
"Penerapan PPKM level 1 dan 2 itu hampir sama. Namun bagi kita ada yang kita tekankan, agar masyarakat kita yang belum divaksin segera memvaksinkan diri. Tidak hanya warga Pekanbaru, juga warga Pekansikawan, juga masyarakat Riau," kata Walikota Pekanbaru Firdaus, Kamis (9/12/2021).
Kemudian, Pemko mewajibkan pengunjung pusat perbelanjaan menunjukkan kartu vaksin atau memiliki aplikasi Pedulilindungi sebelum masuk. Kebijakan itu untuk mengetahui apakah warga sudah vaksin atau belum.
"Bagi nanti yang ke pusat perbelanjaan atau mal, ini harus divaksin. Kita akan menerapkan untuk setiap kunjungan ke mal mesti mempunyai aplikasi Pedulilindungi atau aplikasi lain. Yang penting intinya setiap pengunjung telah divaksin," jelasnya.
Pekanbaru turun ke level 2 akibat adanya klaster sekolah swasta dan vaksinasi lansia yang rendah. Begitu diungkapkan Walikota saat rapat evaluasi PPKM dengan Forkopimda, Selasa (7/12/2021).
Walikota menyebut, mulai hari ini sampai tanggal 23 Desember, Pekanbaru turun dari level 1 ke level 2. Ada dua persoalan yang membuat Pekanbaru masuk ke level 2.
"Karena kita belum mencapai target untuk vaksin lansia. Walau sudah maksimal lakukan vaksin lansia, namun masih belum memenuhi target belum tercapai. Terus yang kedua, ini juga karena adanya klaster sekolah yang terjadi di pekan yang lalu, ini juga memberikan kontribusi untuk kita turun ke level 2 ini," jelas Walikota.
Lanjutnya, terjadi klaster sekolah swasta itu, Pemko Pekanbaru kesulitan mencapai tracking kontak erat, agar mencapai 1:14.
"Memang sulit, karena mereka boarding. Yang terpapar itu kan memang tidak banyak kontaknya. Sehingga itu juga tidak bisa mencapai persyaratan 1 terkonfirmasi, 14 kontak erat," jelasnya.(*)
Sumber: http://cakaplah.com


Berita Lainnya
Hanya Ingin Bekerja Bersih, Mengapa Langkah Sekwan Riau Malah Dibalas Mosi Tidak Percaya?
Kelompok Tani Binaan Polsek Koto Gasib Terima Bantuan Alsintan dari Dinas Pertanian Kabupaten Siak
Wakapolsek Siak Serahkan Pupuk Cair Fertiplus Harmoni Hijau kepada Kelompok Tani Benteng Jaya
Wakapolsek Siak Bersama Upika Mempura Panen Jagung Kuartal II 2026, Hasil Capai 300 Kilogram
Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
Anggota Samapta Polsek Siak Laksanakan Monitoring Perkebunan Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Hanya Ingin Bekerja Bersih, Mengapa Langkah Sekwan Riau Malah Dibalas Mosi Tidak Percaya?
Kelompok Tani Binaan Polsek Koto Gasib Terima Bantuan Alsintan dari Dinas Pertanian Kabupaten Siak
Wakapolsek Siak Serahkan Pupuk Cair Fertiplus Harmoni Hijau kepada Kelompok Tani Benteng Jaya
Wakapolsek Siak Bersama Upika Mempura Panen Jagung Kuartal II 2026, Hasil Capai 300 Kilogram
Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Jika Terkendala Sistem
Anggota Samapta Polsek Siak Laksanakan Monitoring Perkebunan Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan Nasional