Pilihan
Melati Wulandari Terpilih dengan Suara Terbanyak 37 Lawan 10
Polsek Tempuling Amankan Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Kosong
Babinsa 03/Tempuling Mengikuti Sholat Idul Adha Bersama Warga
TEMPULING, MEDIALOKAL.CO -- Bertempat di Masjid Baiturrahman Desa Teluk Jira telah berlangsung sholat Idul Adha dengan mengusung tema “Keteladanan Nabi Ibrahim AS” yang dihadiri jamaah kurang lebih 400 orang, Minggu(10/07/202).
Imam sekaligus penceramah menyampaikan : Dipagi hari yg penuh barokah ini kita berkumpul untuk melaksanakan sholat idul adha, baru saja kita laksanakan rukuk dan sujud sebagai manifestasi perasaan taqwa kita kepada Allah SWT. Kita agungkan namanya, kita gemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan Allah SWT. Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerakan bibir tanpa arti tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia yg beriman. Allah maha besar, Allah maha agung tiada yang patut disembah kecuali Allah SWT.
Melalui mimbar ini saya mengajak kepada diri saya sendiri dan juga kepada hadirin sekalian marilah kita tundukkan kepala dan jiwa kita dihadapan Allah SWT yang maha besar, camkan jauh-jauh sifat keangkuhan dan kecongkaan yang dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT. Sebab apapun kebesaran yang kita sandang kita kecil dihadapan Allah SWT, betapun perkasanya kita masih lemah dihadapan Allah yang maha kuat. Betapun hebatnya kekuasaan dan pengaruh kita tidak berdaya dalam menggemgam Allah yang maha kuasa atas segala-galanya.
Hadirin jamaah idul adha yang dimuliakan Allah, idul adha dikenal dengan sebutan “hari raya haji, dimana kaum muslimin sedang menunaikan haji, yang utama, yaitu wukuf di Arofah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit yang disebut pakaian ihram, melambangkan persamaan aqidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan.
Disamping idul adha dinamakan hari raya haji juga dinamakan idul qurban karena merupakan hari raya yang menekankan pada arti berkorban. Kurban itu sendiri artinya dekat sehingga kurban ialah menyembelih hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, diberikan kepada fuqoro’ Wal masyakiin. Masalah pengorbanan, dalam lebaran sejarah kita ingatkan pada beberapa peristiwa yg menimpa Nabiyullah Ibrahim AS beserta keluarganya Ismail dan Siti Hajar. Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Siti Hajar bersama nabi Ismail putranya yang saat itu masih menyusu mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus gersang tidak tumbuh sebatang pohonpun lembah itu sedemikian sunyi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim tidak tahu maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih baru itu ditempatkan ditempat yang paling asing disebelah utara kurang kebih 1600 KM dari negaranya Palestina. Nabi Ibrahim AS dan istrinya menerima perintah itu dengan penuh ikhlas dan tawakal.
Idul adha yang kita peringati sekarang ini dinamai juga idul nahr yang artinya memotong kurban binatang ternak. Sejarahnya adalah bermula dari ujian paling berat yang menimpa nabiyullah Ibrahim, disebabkan kesabaran dan ketabahan ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan Allah SWT memberi anugerah sebuah kehormatan Khalilullah yg artinya kekasih Allah. Allah SWT menguji iman dan taqwa nabi ibrahim melalui mimpinya yang haq agar ia mengorbankan putranya yang kala itu berusia 7 tahun, ismail yang elok rupawan sehat yang lagi cekatan supaya dikorbankan dan disembelih sendiri dengan menggunakan tangan sendiri. Pada saat Nabi Ibrahim akan menyembelih putranya ismail Allah SWT mengganti dengan seekor domba, sebagai keikhlasan nabi ibrahim dan nabi ismail Allah mencukupkan dengan penyembelihan kambing sebagai korban sebagaimana diterangkan dalam Al Quran surat As Shaffat ayat 107-110.
Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan sholat idul adha ini adalah bahwa hakikat manusia adalah sama, yang membedakan hanyalah taqwanya. Dan bagi yang menunaikan ibadah haji pada waktu wukuf di arafah memberi gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan di padang masyar untuk dimintai pertanggung jawaban.(*)


Berita Lainnya
Melati Wulandari Terpilih dengan Suara Terbanyak 37 Lawan 10
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Pimpin Upacara Sertijab Kabag Log, Kapolsek dan Pelantikan PS Kasat Binmas
Pangdam XIX Agus Hadi Buka Diklat Jurnalistik, Latih 500 Prajurit Bersama JMSI Riau
Babinsa Koramil 04/Kuindra Wujudkan Kepedulian terhadap Masyarakat Melalui Metode Komsos
Praka Adzan Niko Rutin Laksanakan Komsos di Desa Perigi Raja
Masyarakat Kelurahan Pulau Kijang Apresiasi Komsos Babinsa Koramil 07/Reteh
Melati Wulandari Terpilih dengan Suara Terbanyak 37 Lawan 10
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Pimpin Upacara Sertijab Kabag Log, Kapolsek dan Pelantikan PS Kasat Binmas
Pangdam XIX Agus Hadi Buka Diklat Jurnalistik, Latih 500 Prajurit Bersama JMSI Riau
Babinsa Koramil 04/Kuindra Wujudkan Kepedulian terhadap Masyarakat Melalui Metode Komsos
Praka Adzan Niko Rutin Laksanakan Komsos di Desa Perigi Raja
Masyarakat Kelurahan Pulau Kijang Apresiasi Komsos Babinsa Koramil 07/Reteh