Banjir Diduga Akibat Air Dari PT. SAGM, Dinas Pertanian Inhil Turun Ke Kuala Sebatu
BATANG TUAKA, MEDIALOKAL.CO -- Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninjau langsung lokasi lahan pertanian masyarakat Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, yang terdampak banjir diduga akibat air dari perusahaan PT. Setia Agrindo Mandiri (SAGM).
Usai melihat langsung kondisi infrastruktur, dan lahan pertanian warga, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Inhil Fajar Husein melalui Koordinator Penyuluhan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortkultura Peternakan (DPTPHP) Kabupaten Inhil, Helvis Veri, mengungkapkan bahwa dengan adanya dampak air seperti itu, masyarakat tidak bisa bercocok tanam.
"Yang jelas skala dampaknya memang luar biasa, lahan pertanian yang ada kan tidak bisa di garap tuh, ya roda perekonomian matilah, dari mana penghasilan petani kalau nggak bercocok tanam, kan gitu. Di sisi lain solusi pekerjaan lain tidak ada, yang mereka punya itu usahanya, sementara untuk melakukan usaha lain tidak bisa karena kondisi lahan seperti itu banjir," katanya yang saat itu didampingi Koordinator Pembenihan DPTPHP Kabupaten Inhil, Mukhdi, dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan DPTPHP Kabupaten Inhil, Sefmita Handayani.
Kendati demikian, solusi untuk melakukan perbaikan lahan pertanian itu, kata Helvis Veri pihaknya tidak bisa melakukannya sendiri, perlu melibatkan beberapa instansi - instansi yang lain.
"Kalau ini tidak bisa Dinas pertanian sendiri, harus semua deret pemerintahan dari tingkat desa, kecamatan, semua instansi terkait harus terlibat. Karena kalau pertanian ini masalah tehnis, tapi untuk solusi bagaimana petani itu bisa bekerja semua harus duduk satu meja, tidak hanya pertanian yang menangani," jelasnya.
Selain itu, Koordinator DPTPHP Kabupaten Inhil ini menyarankan kepada masyarakat Desa Kuala Sebatu ketika tidak menanam padi, ada tanaman lain atau tanaman pekarangan yang bisa mereka manfaatkan.
"Sekitar rumah mereka tidak ada banjir juga, adapun banjir, kan ada solusinya, sistem mungkin menggunakan media dengan polibek, atau hidroponik tanpa tanah, itu ibaratnya harus diberikan pengetahuan seperti itu, menjelang ada yang mungkin lebih lagi, bagaimana pemerintah terutama Pemda melihat apa akibatnya untuk petani bagaimana permasalahan utamanya, oh lahan banjir artinya normalisasi apakah kanal-kanalnya atau drainase," ungkapnya.
Karena menurutnya, tekhnologi pangan sudah berkembang, tergantung dari kepribadian masing-masing mau mengbil peluang tersebut apa tidak.
"Tergantung kita mau mengadopsinya apa enggak, dan juga mau nggak kita belajar lebih, dan permasalahan seperti ini kita harus mencari solusi-solusi lain," pungkasnya. (*)


Berita Lainnya
Babinsa Koramil 04/Kuindra: Kami Akan Terus Mendukung Kegiatan Positif untuk Masyarakat
Babinsa Koramil 04/Kuindra Lakukan Langkah Antisipasi Karhutla Melalui Patroli Tapal Batas
Babinsa Koramil 03/Tpl Laksanakan Patroli Tapal Batas Di Kebun Masyarakat Cegah Karhutla
Bangun Komunikasi yang Baik Dengan Mitra Karib Babinsa Serka Ng. Sipayung Komsos di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 07/Reteh Antisipasi Karhutla Melalui Patroli Tapal Batas Secara Rutin
Babinsa Koramil 07/Reteh Tekankan Pentingnya Kekompakan dan Kebersamaan di Tengah Masyarakat
Babinsa Koramil 04/Kuindra: Kami Akan Terus Mendukung Kegiatan Positif untuk Masyarakat
Babinsa Koramil 04/Kuindra Lakukan Langkah Antisipasi Karhutla Melalui Patroli Tapal Batas
Babinsa Koramil 03/Tpl Laksanakan Patroli Tapal Batas Di Kebun Masyarakat Cegah Karhutla
Bangun Komunikasi yang Baik Dengan Mitra Karib Babinsa Serka Ng. Sipayung Komsos di Wilayah Binaan
Babinsa Koramil 07/Reteh Antisipasi Karhutla Melalui Patroli Tapal Batas Secara Rutin
Babinsa Koramil 07/Reteh Tekankan Pentingnya Kekompakan dan Kebersamaan di Tengah Masyarakat