Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
Wagubri Resmi Buka Project Exposure Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Riau
PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO -- Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution resmi membuka kegiatan Project Exposure program kemitraan pendampingan teknis dan advokasi untuk percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau.
Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Pemerintah Provinsi Riau bersama PT RAPP, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta, serta diikuti oleh 4 kabupaten yang bermitra dengan PT RAPP dan Tanoto Foundation, yakni Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.
Kegiatan ini juga menghadirikan beberapa pemateri, diantaranya dari BKKBN Pusat, Eli Kusnaeli, Direktorat Promosi Kesehatan, Ira Octaviana Madjid, dan Ditjen Bina Bangda, Kementerian Dalam Negeri, Arifin Efendi Hutagalung.
"Semoga kegaiatan Project Exposure Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Riau dapat berjalan lancar dan percepatan penurunan stunting dalam mencapai zero stunting di Bumi Lancang Kuning bisa terwujud," harap Wagubri.
Stunting, jelas Edy Nasution, merupakan ancaman terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing terhadap pembangunan sumber daya manusia. Sehubungan dengan hal tesebut, pencegahan dan penurunan stunting merupakan salah satu isu strategis dan prioritas pembangunan, baik nasional maupun di Provinsi Riau.
Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Provinsi Riau tahun 2022 sebesar 17 persen, angka ini lebih baik jika dibanding tahun 2021 yakni sebesar 22,3 persen.
"Ini (penurunan stunting) adalah tugas kita bersama untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai, baik dari semua unsur pemerintah provinsi, kabupaten, sampai desa. Tanpa ada kerjasama semua, pekerjaan ini tentu tidak akan bisa berjalan secara optimal," imbuhnya.
Wagubri menyebut, sebanyak sembilan kabupaten/kota di Provinsi Riau telah mencapai target penurunan prevalensi stunting dibawah angka 20 persen. Sementara itu, tiga kabupaten masih mempunyai Pekerjaan Rumah (PR) untuk meningkatkan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada sebagai upaya percepatan penurunan stunting hingga mencapai target provinsi dan target nasional.
"Semoga upaya kita dapat berhasil sesuai dengan harapan kita bersama," tutup Wagubri.(adv)


Berita Lainnya
Jelang Idul Fitri, Polres Inhil Matangkan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026
Polda Riau Gelar Donor Darah dalam rangka Jumat Berkah
Babinsa Koramil 09/Kemuning Dampingi Program Sukseskan Makan Bergizi Gratis di Desa Keritang Hulu
Babinsa Intens Pendampingan Kegiatan Makan Bergizi Gratis di Pulau Kijang
Babinsa Koramil 07/Reteh: Kami Akan Rutin Lakukan Pengawasan SDM
Patroli Tapal Batas: Upaya Nyata Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Jelang Idul Fitri, Polres Inhil Matangkan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026
Polda Riau Gelar Donor Darah dalam rangka Jumat Berkah
Babinsa Koramil 09/Kemuning Dampingi Program Sukseskan Makan Bergizi Gratis di Desa Keritang Hulu
Babinsa Intens Pendampingan Kegiatan Makan Bergizi Gratis di Pulau Kijang
Babinsa Koramil 07/Reteh: Kami Akan Rutin Lakukan Pengawasan SDM
Patroli Tapal Batas: Upaya Nyata Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla