SMAN 6 Pekanbaru Tuan Rumah Daurah Tahfidz SMA/SMK se Pekanbaru


Loading...

Pekanbaru – Salah satu upaya menumbuhkan kecintaan pada Alquran sejak di bangku pendidikan adalah dengan memberikan kesempatan anak-anak didik membuktikan kemampuan mereka, diantaranya kemampuan menghapal Alquran atau tahfizd. 

Selaras dengan upaya itu, SMA Negeri 6 Pekanbaru menjadi pelopor Dauroh Tahfidz untuk SMA/SMK se Pekanbaru, baik swasta ataupun negeri. Kegiatan itu berlangsung dari JUmat 24 Mai 2024 hingga Ahad 26 Mai 2024, di Gedung Serba Guna SMA Negeri 6 Pekanbaru.

Kegiatan ini diikuti 51 orang Hafidz dan Hafidzah dari 28 sekolah SMA/SMK yang ada di Pekanbaru dan dibuka Kakancab III Disdik Riau Aldela Tambusai, ba’da Salat Jumat. 

Selain itu juga hadir Perwakilan Disdik Riau Elvira Yuaningtias, Ketua Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran Riau Ahmad Syah Harrofie, Kepala SMAN 6 Pekanbaru,  Yon Hendri, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam diwakili Mashadi, Pengawas Pembina SMAN 6 Pekanbaru, Zilviatri, Ketua  Komite SMA Noefri 6 Pekanbaru, Ramli Husen.

Loading...

Dalam sambutannya, Ketua LPTQ Riau, Ahmadsyaharoefi mengatakan bahwa apa yang dilakukan SMAN 6 Pekanbaru ini, sudah dalam pemikiran mereka, tapi kedahuluan.

“Kami bangga, SMAN 6 Pekanbaru melaksanakan kegiatan ini. Kami sudah berfikir untuk melaksanakan, tapi justru sekolah ini sudah mendahului kami. Sebuah inovasi yang perlu kita beri aplus,” ungkap mantan Asisten I Sekdaprov Riau ini.

Sekarang, ungkap Ahmadsyaharoefi, anak-anak yang penghapal Alquran mendapat prioritas dalam berbagai lapangan, baik melanjutkan sekolah ataupun untuk bekerja. Keisitimewaan ini diberikan banyak pihak, baik pemerintrah maupun perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia dan juga di luar negeri.

Sementara itu Adela Tambusai menyebutkan bahwa kegiatan ini perlu diapresiasi dan dilaksanakan berkelanjutan. Meskipun bukan sekolah di sekolah khusu agama seperti pesantren, tapi ada anak-anak yang memiliki keinginan kuat dan semangat untuk menghapal Alquran.

“Kalau di pesantren, sudah jadi makan sehari-hari mereka. Tapi disekolah umum, ini dilaksanakan tentu sangat perlu mendapat apresisasi,” ungkap Adela.

Disisi lain, Kepala SMAN 6 Pekanbaru, Jon Hendri merasa mereka melaksanakan kegiatan ini dalam persiapan yang hanya empat pekan. Namun, dengan kesungguhan panitia, semua bisa mereka laksanakan. Jon Hendri bersyukur dan berharap sekolah-sekolah lain juga bisa mengikuti jejak mereka.

Menghapal Alquran berbeda dengan menghapal rumus matematika, fisika ataupun menghapal teks buku pelajaran. Perlu keinginan yang kuat, ketahanan mental dan juga kesiapan psikologi khusus.






Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]