Pilihan
Erisman: "Saya Belum Terima Laporan!"
Kadisdik Riau Cepat Tanggap Bantu Zea Melanjutkan Sekolah!
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Memfitnah Soeharto di Era Orba? Tak Ditabok tapi Dihilangkan
MEDIALOKAL.CO - Presiden Joko Widodo belakangan ini makin sering memperlihatkan kejengkelannya atas berbagai fitnah dan kabar miring yang menyasarnya. Bahkan, presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu menggunakan diksi ‘tabok’ saat mengungkapkan kejengkelannya terhadap pihak-pihak yang memfitnahnya.
Menurut politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago, kejengkelan Presiden Jokowi itu merupakan hal wajar. Sebab, Jokowi berkali-kali difitnah sebagai komunis sekaligus keturunan kader PKI.
Irma menegaskan, Jokowi pernah jadi wali kota dan gubernur. Sebelum menjadi kepala daerah, Jokowi pasti menjalani screening.
"Jadi wali kota pasti sudah di-screening dong, tapi kemudian dituduh PKI. Ini kan hal yang sangat mustahil. Jelas pembunuhan karakter," ujar Irma saat dikonfirmasi, Selasa (27/11).
Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi - Ma’ruf) itu mengatakan, penggunaan kata ‘tabok’ oleh Presiden Ketujuh RI itu merupakan teguran yang ringan. Menurutnya, jika di era Orde Baru (Orba) maka implikasi memfitnah presiden bisa berat.
Irma mengatakan, penghina kepala negara pada masa Orba akan langsung dihukum. Bahkan, ada yang tak ketahuan rimbanya gara-gara mengkritik penguasa Orba.
"Kalau zaman Pak Soeharto, hilang itu orang (yang memfitnah kepala negara). Zaman Pak Jokowi masih mending, ditabok. Untung lho ( Jokowi) cuma bicara tabok," katanya.(jpnn.com)


Berita Lainnya
Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung
KONEKSI Resmi Terbentuk, Satukan Jurnalis Energi Perkuat Literasi Publik
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat
Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung
KONEKSI Resmi Terbentuk, Satukan Jurnalis Energi Perkuat Literasi Publik
Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih
Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Perkuat Pelayanan hingga Perlindungan Kelompok Rentan
Keterbatasan APBD, Pemkab Rohil dan Karmila Sari Lobi Pemerintah Pusat