Jasad Warga Bangko Kiri Ditemukan Tak Utuh, Buaya Sungai Rokan Ancaman Nyata Bagi Manusia
BANGKOPUSAKO, MEDIALOKAL.CO -- Setelah melakukan pencarian selama 18 jam, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad seorang kakek bernama Anwar (70) dengan kondisi tidak utuh. Diduga kuat, korban telah dimangsa buaya Sungai Rokan.
Jasad korban ditemukan sejauh 10 kilo meter dari lokasi kejadian. Adapun korban ditemukan hanya tinggal kepala dan hati. Organ tubuh lainnya habis dilahap sang binatang buas.
Kejadian manusia dimangsa buaya ini sudah kesekian kalinya terjadi. Bahkan kurun dua bulan terakhir sudah lebih dari sepuluh manusia menjadi korban keganasan predator itu. Buaya Sungai Rokan kini menjadi ancaman nyata bagi manusia.
“Iya betul, korban sudah berhasil kita temukan dalam kondisi meninggal dunia, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada pukul 14:00 WIB, jaraknya 10 Km dari lokasi kejadian,” sebut Koordinator Unit Siaga SAR Rohil Rahmad Ramadhoni melalui ABK Kapal 402 Septo usai melakukan pencarian korban, Kamis (24/4/25).
Selama proses pencarian kata Septo sempat mengalami kendala yakni arus sungai yang cukup deras serta keberadaan hewan buas yang berada di sungai tersebut.
“Saat melakukan pencarian korban, kami harus ekstra hati-hati, selain dari kondisi arus sungai yang deras, keberadaan hewan buas di sungai itu juga patut diwaspadai,” ucapnya.
"Dengan telah ditemukannya korban maka operasi pencarian korban telah di tutup operasi pencarian sudah ditutup karena korban sudah ditemukan,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa peristiwa itu terjadi ketika korban sedang membersihkan rumput di pinggir sungai serta mandi ditepian sungai. Setelah itu korban hilang ketika salah satu cucunya tidak melihat korban di tepian sungai Rokan. Ia hanya melihat handuk merah milik korban yang tergantung dilokasi tersebut.
Proses pencarian korban pun dilakukan dengan melibatkan tim SAR gabungan serta pihak keluarga dan masyarakat.
Menurut warga setempat korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh, hanya ditemukan bagian kepala dan hati. Diduga korban meninggal dunia karena diterkam buaya ganas disungai tersebut.
Bagian dari tubuh korban yang telah ditemukan itu di evakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga.(*)


Berita Lainnya
BAPENDA BATAM GELAR SOSIALISASI SINERGI OPTIMALISASI OPSEN PKB DAN BBNKB UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH
Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Batang Tuaka Turun ke Junjangan, Kawal Lahan Padi Demi Swasembada Pangan
Polsek Koto Gasib Mengirimkan Sempel Jagung Pipil Ke Bulog
BAPENDA BATAM GELAR SOSIALISASI SINERGI OPTIMALISASI OPSEN PKB DAN BBNKB UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH
Polisi Cinta Petani: IPTU Andrianto Turun ke Sungai Luar, Dampingi Warga Rawat Semangka
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Batang Tuaka Turun ke Junjangan, Kawal Lahan Padi Demi Swasembada Pangan
Polsek Koto Gasib Mengirimkan Sempel Jagung Pipil Ke Bulog