Bantu Distribusikan 1.073 Piring MBG di Sencalang dan Pancur, Babinsa Koramil 09/Kemuning Jaga Senyum Anak-anak
Keritang – Kamis (7/5/2026), pagi masih malu-malu saat dapur SPPG Petalongan 2 sudah mengepul. Nasi putih yang hangat, ayam gonso manis yang menggoda, tahu goreng yang renyah, tumisan buncis dan wortel warna-warni, serta salak yang manis. Bukan menu restoran. Tapi ia hidangan cinta. Untuk 1.073 anak Inhil di Desa Sencalang dan Desa Pancur.
“Selamat Pagi Komandan, Mohon Izin Kami Laporkan Pendampingan Kgiatan Makan Bergizi Gratis Oleh SPPG Kec Keritang Desa Sencalang dan Desa Pancur.” Laporan ke Danrem 031/WB itu dikirim Koptu Setiawan, Babinsa Koramil 09 Kemuning. Tapi di balik angka, ada cerita. Cerita tentang 16 sekolah yang hari ini tak ada anak lapar. Dari KB Darul Aqrar sampai SMAIT Muslimatul Ittihadziah.
Sasaran hari ini panjang. KB Darul Aqrar 45 anak, KB Alfikri 26, PAUD An-Nur Pancur 21, TK An-Nur Sencalang 41, RA Darul Aqrar 49, SDN 015 Pancur 108, SDN 026 Pancur 91, SDN 017 Sencalang 406, MI Darul Aqrar 42, MI Khairul Ummah 21, MI Muslimatul Ittihadziah 15, MTs Khairul Ummah 28, SMPIT Muslimatul Ittihadziah 25, MA Khairul Ummah 17, SMAN 2 Keritang 123, SMAIT Muslimatul Ittihadziah 15. “TOTAL SEKOLAH : 16 SEKOLAH. TOTAL : 1073 ORANG.”
1.073 piring. 1.073 senyum. 1.073 harapan yang dijaga. Koptu Setiawan berdiri di samping kotak-kotak makanan. Matanya awas. Tangannya ikut angkat. “Menu: Karbohidrat Nasi putih, Protein hewani Ayam gonso manis, Protein Nabati Tahu goreng, Serat/Sayur Tumisan Buncis dan wortel, Buah Salak.” Gizi tak boleh kurang. Waktu tak boleh telat. Karena perut anak tak bisa menunggu.
“Posyandu: IBU HAMIL: -, IBU MENYUSUI: -, BALITA: -.” Hari ini fokus ke sekolah. Besok mungkin ke posyandu. Tapi yang pasti, MBG tak pilih kasih. Dari KB sampai SMA, semua dapat. Dari Pancur sampai Sencalang, semua kenyang. “Permasalahan menonjol: -.” Satu strip yang menenangkan. Artinya distribusi lancar. Artinya tak ada anak menunduk karena tak kebagian. Artinya tak ada guru gelisah karena kotaknya kurang.
Koptu Setiawan menatap anak-anak SDN 017 Sencalang yang lahap makan. 406 siswa. Yang paling banyak. Yang paling riuh. Dan yang paling buat hati teduh. “Saya lihat anak-anak makan lahap, hati saya ikut kenyang. MBG ini bukan cuma program. Ini cara kita bilang ke anak-anak Inhil: kalian penting. Kalian dijaga. Kalian berhak tumbuh sehat. Satu piring ini mungkin sederhana. Tapi doa kami di dalamnya tak sederhana. Semoga jadi anak pintar, anak sehat, anak yang bangga jadi Indonesia,” ujarnya.
Di KB Darul Aqrar, bocah 4 tahun menggigit salak dengan riang. Di SMAN 2 Keritang, remaja putri membagi ayam gonso ke temannya yang kurang suka sayur. Di MTs Khairul Ummah, ustaz ikut pastikan semua kebagian. MBG menyatukan. MBG mengajarkan. Bahwa berbagi itu nikmat. Bahwa negara hadir di kotak makan siang.
“Dokumentasi : Terlampir.” Foto-foto akan sampai ke Paban II/Puanter, ke Kasrem, ke Aster Kasdam XIX/TT. Tapi yang tak bisa difoto adalah binar mata anak TK An-Nur. Adalah tawa lepas siswa SMPIT. Adalah syukur guru-guru yang tak lagi khawatir muridnya pingsan karena lapar.
Dari Desa Sencalang dan Pancur, Kamis pagi mengirim kabar ke Pekanbaru: 1.073 piring tersaji, 16 sekolah terjaga, Inhil tak biarkan anaknya lapar. Dan selama Koptu Setiawan masih berdiri di SPPG Petalongan 2, maka MBG akan terus jadi jembatan. Jembatan dari dapur ke kelas. Dari kepedulian ke masa depan. Dari hari ini ke Indonesia yang lebih kuat.(*)


Berita Lainnya
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama