Babinsa Koramil 07/Reteh Jaga Tapal Batas Sungai Batang, Karhutla Dicegah Sebelum Asap Membara


Sungai Batang – Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 09.00 WIB, Serka Yadi Yanto menyusuri tapal batas Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Inhil. Babinsa Koramil 07/Reteh Kodim 0314/INHIL itu berjalan perlahan. Matanya mengamati lahan. Telinganya mencari bau asap. Ia tidak ingin Karhutla datang lagi ke kampung ini.

Patroli Tapal Batas menjadi salah satu tugas rutin Babinsa untuk menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Di Pasanggrahan, ancaman itu nyata. Setiap musim kemarau, lahan gambut rawan terbakar. Sekali menyala, api sulit dipadamkan. Asapnya bisa menyebar ke seluruh kecamatan.

Serka Yadi Yanto tidak hanya berjalan. Ia berhenti di setiap rumah warga yang ia temui. Ia menyapa. Ia bertanya kabar. Lalu ia menyampaikan pesan penting. Pesan yang sudah ia ulang berkali-kali. “Jangan membuka lahan maupun hutan dengan cara membakar dengan dalih apapun. Karena akan merugikan diri kita maupun orang lain dan sangat mengganggu kesehatan kita semua,” ujarnya tegas.

Bagi Serka Yadi Yanto, Karhutla bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah bencana bersama. “Kalau lahan terbakar, yang rugi kita semua. Anak kecil sesak napas. Orang tua batuk. Sekolah libur. Hasil panen gagal. Jalan tertutup asap. Satu orang bakar, satu kampung menanggung akibatnya,” katanya kepada warga.

Ia mengingatkan bahwa membuka lahan bisa dilakukan dengan cara yang aman dan ramah lingkungan. “Ada cara lain. Ada mekanik. Ada gotong royong. Kita bantu carikan solusi. Tapi jangan pilih jalan pintas dengan bakar. Sekali asap muncul, kita semua yang bayar,” tegas Babinsa itu.

Di tapal batas Pasanggrahan, Serka Yadi Yanto tidak sendirian. Ia mewakili Koramil 07/Reteh untuk memastikan wilayah tetap aman. Patroli ini bagian dari pembinaan teritorial Kodim 0314/Inhil. Tugasnya menjaga agar hutan tetap hijau, udara tetap bersih, dan warga tetap sehat.

Warga menyambut baik imbauan Babinsa. Mereka paham risiko Karhutla. Mereka juga tahu bahwa Serka Yadi Yanto selalu hadir ketika dibutuhkan. Kehadiran Babinsa membuat warga merasa didampingi. Merasa tidak sendiri menghadapi persoalan lahan.

Dokumentasi patroli telah dilaporkan sebagai bagian dari Laporan Bidang Ter Kodim 0314/Inhil. Laporan ini menjadi bukti bahwa Babinsa tidak hanya bertugas di kantor. Babinsa turun ke lapangan. Babinsa bicara langsung dengan rakyat. Babinsa menjaga tapal batas dengan hati.

Hari itu, Pasanggrahan masih tenang. Tidak ada asap. Tidak ada api. Yang ada hanya langkah Serka Yadi Yanto yang terus berpatroli. Selama Babinsa masih mau berjalan, selama warga masih mau mendengar, maka Sungai Batang akan tetap menjadi kampung yang aman dari Karhutla.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]