Untuk Kuindra yang Aman: Babinsa, Keamanan Dimulai dari Toleransi dan Pancasila
Kuindra – Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 10.35 WIB, Babinsa Koramil 04/KDR Serda Erwin Savitri hadir di Kampung Pancasila, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Inhil. Ia tidak membawa senjata. Ia membawa pesan kebangsaan. Di tengah warga, ia bicara tentang cinta tanah air, toleransi, dan bela negara.
Kegiatan Komsos ini rutin dilaksanakan sebagai wadah silaturahmi, tegur sapa, dan wujud kepedulian terhadap masyarakat desa binaan. Serda Erwin Savitri duduk bersama warga. Ia mendengar. Ia bertanya. Ia mengingatkan bahwa keamanan kampung dimulai dari kebersamaan.
Babinsa menghimbau kepada masyarakat bahwa setiap warga negara Indonesia berkewajiban dan mempunyai hak yang sama dalam membela negaranya. “Bela negara tidak harus angkat senjata. Bela negara bisa dengan menjaga lingkungan. Bisa dengan saling menghormati. Bisa dengan tidak menyebarkan perpecahan. Itu semua sudah cerminan Pancasila,” ujarnya.
Serda Erwin Savitri juga menanamkan jiwa patriot, cinta tanah air dan bela negara. Ia mengajak warga untuk selalu bertoleransi dalam kehidupan sehari-hari. “Kita berbeda agama, berbeda suku, berbeda bahasa. Tapi kita satu Indonesia. Saling bertoleransi itu sikap dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bertanah air sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga keamanan dan ketentraman di sekitaran kampung adalah tugas bersama. “Kalau ada hal yang mencurigakan, kalau ada gesekan kecil, segera sampaikan. Jangan biarkan masalah jadi besar. Kampung Pancasila harus jadi contoh. Di sini semua rukun. Di sini semua saling jaga,” tegas Serda Erwin Savitri.
Bagi warga Sapat, kehadiran Babinsa membawa rasa aman. Serda Erwin Savitri dikenal dekat dengan masyarakat. Ia sering datang, menyapa, dan membantu. Komsos menjadi ruang dialog antara TNI dan rakyat. Ruang yang membuat warga merasa didengar.
“Babinsa menyampaikan kegiatan Komsos ini rutin di laksanakan sebagai wadah silaturahmi, dan tegur sapa sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat desa binaan nya khususnya masyarakat di Kel Sapat, Kec Kuindra, Kabupaten Inhil,” ungkapnya. Ia percaya, komunikasi yang baik akan mencegah konflik.
Selama kegiatan berjalan aman dan tertib. Tidak ada gesekan. Tidak ada keluhan. Yang ada hanya semangat gotong royong dan rasa persatuan. Kampung Pancasila Sapat kembali membuktikan bahwa keberagaman bisa disatukan dengan hati.
Dokumentasi kegiatan telah dilaporkan kepada Dandim 0314/Inhil, dengan tembusan Kasdim dan Pasiterdim. Selama Serda Erwin Savitri masih mau berjalan ke kampung, selama warga masih mau menjaga toleransi, maka Kuindra akan tetap menjadi rumah yang aman bagi semua.(*)


Berita Lainnya
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama