Tapal Batas Aman Terkendali: Serda M. Taher, Karhutla Bukan Takdir Jika Warga Peduli
Reteh – Minggu, 10 Mei 2026 pukul 09.00 WIB, Serda M. Taher menyusuri Parit 4, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil. Babinsa Koramil 07/RTH itu tidak membawa alat pemadam. Ia membawa langkah pencegahan. Karena baginya, api paling mudah dipadamkan adalah api yang belum sempat menyala.
Patroli Tapal Batas dilaksanakan bersama dua warga setempat. Mereka berjalan menyusuri pematang. Memeriksa lahan. Memeriksa semak. Memeriksa bau udara. Semua dilakukan untuk memastikan Karhutla tidak mendapat ruang di wilayah binaan. Di Pulau Kijang, tanah gambut memang rawan terbakar. Karena itu kewaspadaan harus selalu dijaga.
Personil gabungan yang dikerahkan berjumlah tiga orang. TNI satu orang dan masyarakat dua orang. Mereka menggunakan dua unit sepeda motor untuk menjangkau titik-titik yang jauh. Patroli ini bagian dari tugas rutin Koramil 07/RTH dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Hasil patroli menunjukkan kondisi aman. Titik api dan asap nihil. Tidak ada tanda pembakaran lahan. Tidak ada kepulan asap yang mengganggu. Situasi di Parit 4 Kelurahan Pulau Kijang aman dan terkendali. Udara masih bersih. Aktivitas warga berjalan seperti biasa.
Serda M. Taher mengatakan, patroli ini bukan sekadar rutinitas. “Kami datang untuk mengingatkan. Karhutla bisa dicegah kalau kita semua peduli. Masyarakat ikut patroli, ikut awasi. Kalau lihat asap, segera lapor. Jangan tunggu besar. Karena satu titik api bisa merugikan banyak orang,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Membakar itu jalan pintas yang merugikan. Asapnya ganggu kesehatan, apinya susah padam, hukumnya jelas. Mari kita jaga lahan dengan cara yang benar. Tanah ini warisan untuk anak cucu kita,” tegas Babinsa itu.
Di Pulau Kijang, Babinsa dan warga sudah seperti keluarga. Serda M. Taher hadir bukan hanya sebagai aparat. Ia hadir sebagai bagian dari kampung. Ia berbincang, ia mendengar, ia mengajak. Karena menurutnya, menjaga tapal batas adalah menjaga masa depan bersama.
Koramil 07/RTH melaporkan hasil patroli sebagai bentuk tanggung jawab kepada komando atas. Laporan ini menjadi bukti bahwa wilayah binaan masih aman dan terkendali. Selama Babinsa dan warga masih mau berjalan bersama, maka Reteh akan tetap terjaga dari Karhutla.
Hari itu, Parit 4 pulang dengan tenang. Tidak ada asap. Tidak ada api. Yang ada hanya kebersamaan antara TNI dan masyarakat yang saling menguatkan. Dan selama Serda M. Taher masih mau menyusuri tapal batas, maka Pulau Kijang akan terus punya alasan untuk bernapas lega.(*)


Berita Lainnya
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama