Dari Air Balui untuk Indonesia: Jagung Pipil 1,5 Hektar, Polsek Kemuning Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Slogan

Kapolsek Kemuning di Desa Air Balik

Kemuning – Jumat, 8 Mei 2026 pukul 11.30 WIB, matahari berdiri di atas Jalan Sandang Pangan. Di RT 09/RW 03 Dusun Benuang, Desa Air Balui, Kecamatan Kemuning, deretan batang jagung berdiri tegak. Di sela-sela daun, buah jagung mulai menguning. Di sinilah, ketahanan pangan bukan lagi wacana. Ia tumbuh, ia berbuah, ia dijaga.

Kegiatan pengecekan tanaman jagung pipil itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, SH., MH. Ia datang bersama Bhabinkamtibmas Desa Air Balui AIPTU APRIS MARION dan Kepala Desa Air Balui Sdra. R. SUCIPTO. Mereka berjalan di antara bedengan. Menghitung batang. Menyentuh daun. Menatap buah yang mulai berisi.

Lahan tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polsek Kemuning yang dikelola oleh BUMDes Benuang Indah Bersama bekerja sama dengan pemerintah desa Air Balui. Luasnya 1,5 hektare. Tanah ini bukan milik pribadi. Tanah ini milik bersama. Milik warga yang ingin dapurnya tidak bergantung pada pasar. Milik desa yang ingin mandiri.

Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa tanaman jagung saat ini telah berbuah dengan pertumbuhan yang cukup baik. Hijau daunnya masih segar. Tongkolnya mulai padat. Para petani tersenyum. Harapan mulai tumbuh. Jagung ini akan menjadi beras cadangan. Akan menjadi pakan ternak. Akan menjadi rezeki yang dipetik bersama.

Namun di antara harapan, ada ujian. Petugas juga menemukan sebagian tanaman mengalami kerusakan. Hama monyet dan babi telah masuk ke ladang. Jejak cakar dan gigitan terlihat di beberapa batang. “Ini tantangan nyata. Tapi kita tidak boleh mundur. Ketahanan pangan itu diuji oleh cuaca, oleh hama, oleh waktu. Kalau kita pantang menyerah, tanah ini akan balas dengan hasil,” kata Kompol M. Simanungkalit.

Kapolsek Kemuning menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kemuning. “Polri tidak hanya menjaga keamanan. Polri juga menjaga perut rakyat. Ketika pangan aman, kampung tenang. Ketika kampung tenang, negara kuat,” tuturnya.

Di Air Balui, kolaborasi itu nyata. Polsek Kemuning, BUMDes, dan pemerintah desa duduk satu baris. Tidak ada sekat. Tidak ada ego sektoral. Yang ada hanya satu tujuan. Memastikan 1,5 hektare ini menghasilkan. Memastikan warga tidak takut kelaparan. Memastikan anak-anak Air Balui tumbuh dengan perut kenyang.

Bagi Bhabinkamtibmas AIPTU APRIS MARION, jagung ini adalah bukti bahwa polisi bisa bertani. “Kami turun ke ladang karena kami bagian dari desa. Kami ingin warga tahu, negara hadir sampai ke akar jagung. Kami ingin warga tahu, ketahanan pangan itu kerja kita semua,” ujarnya sambil menyingkirkan daun yang digigit hama.

Hari itu, Jalan Sandang Pangan menjadi simbol. Simbol bahwa ketahanan pangan bukan tugas petani saja. Simbol bahwa Polri, BUMDes, dan pemerintah desa bisa berjalan bersama. Simbol bahwa dari Air Balui, Indonesia belajar satu hal. Ketika tanah dirawat dengan cinta, maka tanah akan menjawab dengan kehidupan.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]