Dari Gaung untuk Indonesia: Ketahanan Pangan Bukan Slogan, Ia Tumbuh di Lahan Warga Lahang Hulu
Gaung – Pagi di Kelurahan Lahang Hulu disambut bau tanah basah dan suara cangkul yang memecah keheningan. Di antara baris tanaman jagung, langkah polisi terdengar pelan. Ia tidak datang membawa borgol. Ia datang membawa kepedulian. Di sinilah, Polsek Gaung menulis ulang arti pengabdian.
Kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditunjukkan jajaran Polsek Gaung melalui program “Polisi Cinta Petani”. Personel Polsek Gaung turun langsung melakukan pengecekan perkembangan tanaman milik warga Kelurahan Lahang Hulu. Mereka menyusuri pematang. Menyapa petani. Menanyakan kondisi tanaman. Karena bagi mereka, keamanan bukan hanya soal ketertiban malam hari. Keamanan juga soal perut yang tidak kosong di siang hari.
Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk di bidang pertanian. “Kami ingin warga tahu, polisi ada di tengah mereka. Kami ingin petani merasa didukung. Ketika petani kuat, kampung kuat. Ketika kampung kuat, Indonesia berdiri tegak,” ujarnya dengan suara yang tenang.
Kehadiran personel di tengah para petani merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kendala pertanian, sehingga hasil panen yang diperoleh dapat lebih maksimal. Di Lahang Hulu, setiap batang tanaman adalah harapan. Setiap hasil panen adalah kedaulatan. Setiap butir jagung yang tumbuh adalah janji negara untuk tidak meninggalkan rakyatnya.
Dalam kegiatan itu, personel Polsek Gaung Bripda Rehan memantau kondisi lahan pertanian warga secara langsung. Ia berhenti di satu bedengan. Menyentuh daun yang mulai menguning. Mencatat kendala pengairan. Bertanya tentang serangan hama. “Kami datang bukan untuk memberi perintah. Kami datang untuk mendengar. Untuk membantu. Untuk memastikan petani tidak berjalan sendiri,” kata Bripda Rehan sambil mencatat di buku kecil.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut turut mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas petani diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Di Lahang Hulu, loreng tidak lagi asing. Loreng duduk di bawah pohon. Loreng bercanda dengan anak petani. Loreng menjadi bagian dari kampung.
Program “Polisi Cinta Petani” yang dijalankan Polsek Gaung menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendukung kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian daerah. Di sini, negara tidak hanya hadir di kantor. Negara hadir di sawah. Negara hadir di kebun. Negara hadir di setiap tetes keringat petani.
AKP Edi Dalianto percaya, ketahanan pangan adalah fondasi kemerdekaan. “Negara yang kuat adalah negara yang rakyatnya tidak kelaparan. Negara yang berdaulat adalah negara yang bisa memberi makan warganya sendiri. Karena itu, kami di Polsek Gaung memilih turun ke ladang. Kami ingin menjadi bagian dari sejarah petani Lahang Hulu,” tuturnya.
Di Lahang Hulu, petani bukan hanya objek bantuan. Mereka adalah subjek perjuangan. Mereka bangun pagi. Mereka melawan cuaca. Mereka melawan hama. Dan ketika polisi datang, mereka merasa tidak sendirian. “Kalau ada Pak Polisi yang peduli, semangat kami bertambah. Rasanya negara hadir,” kata salah satu petani yang ditemui Bripda Rehan.
Bripda Rehan melihat langsung bagaimana petani merawat tanah dengan cinta. “Mereka bekerja tanpa pamrih. Mereka berharap hasil panen bisa menghidupi keluarga. Kami hanya ingin membantu sedikit. Kami ingin memastikan hasil panennya maksimal. Itu sudah cukup bagi kami,” ujarnya.
Di tengah kesibukan pengecekan, AKP Edi Dalianto juga mengingatkan pentingnya gotong royong. “Ketahanan pangan bukan tugas satu orang. Ia tugas kita semua. Petani, BUMDes, pemerintah desa, Polsek, semua harus satu baris. Kalau kita bersatu, tidak ada hama yang bisa mengalahkan kita,” katanya.
Dari Lahang Hulu, pesan itu menyebar ke Gaung. Ketahanan pangan bukan hanya slogan di atas kertas. Ia adalah jagung yang tumbuh. Ia adalah padi yang menguning. Ia adalah tanah yang dirawat dengan hati. Dan ketika tanah dirawat, maka tanah akan menjawab dengan kehidupan.
Polsek Gaung menjadikan program ini sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila. Gotong royong. Keadilan sosial. Kemanusiaan. Di Lahang Hulu, nilai-nilai itu tidak hanya diucapkan. Nilai-nilai itu ditanam, dirawat, dan dipanen bersama.
Selama polisi masih mau berjalan di pematang, selama petani masih mau menanam, maka Gaung akan tetap menjadi kampung yang mandiri. Mandiri dalam pangan. Mandiri dalam harapan. Mandiri dalam semangat kebangsaan.
Dari Lahang Hulu untuk Indonesia, pesan itu menggema. Bahwa cinta pada negeri bisa dimulai dari cangkul. Bahwa cinta pada rakyat bisa dimulai dari menyentuh daun jagung. Dan bahwa Polri, dalam lorengnya, tetap setia menjaga tanah air sampai ke akar tanaman.
Hari itu, Lahang Hulu pulang dengan hati tenang. Tidak ada keluhan besar. Tidak ada rasa takut. Yang ada hanya semangat untuk terus menanam. Karena selama Polisi Cinta Petani, maka petani akan terus mencintai tanahnya.(*)


Berita Lainnya
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama