Sambang dan Motivasi di Desa Kemuning Tua: Polri, Petani, dan Lele Bertumbuh Bersama
Kemuning Tua – Di halaman rumah Sdr. Zainal Abidin, suara air kolam berdesir pelan. Di sana, ratusan ekor lele berenang tenang. Di sisi kolam, seorang polisi duduk bersila. Ia tidak membawa buku tilang. Ia membawa sapaan. Ia membawa waktu untuk mendengar. “Sudah berapa lama lelenya? Sudah diberi makan? Ada kendala apa?” tanyanya dengan nada seperti menanya kabar saudara sendiri.
Sebagai bentuk implementasi program ketahanan pangan Nasional, Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, SH., MH menginstruksikan para Bhabinkamtibmas untuk aktif melaksanakan sambang dan monitoring terhadap pemanfaatan lahan produktif warga, termasuk budidaya perikanan, guna mendukung ketahanan pangan di tingkat desa. Instruksi itu bukan sekadar perintah di atas kertas. Ia turun ke pekarangan. Ia turun ke kolam. Ia turun ke hati warga.
Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, SH., MH menyatakan bahwa, “Polsek Kemuning mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan lele sebagai salah satu sumber pangan bergizi dan bernilai ekonomi. Pendampingan oleh anggota di lapangan diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan dan kemandirian warga.” Bagi Kompol M. Simanungkalit, ketahanan pangan bukan hanya soal beras dan jagung. Ia juga soal ikan lele yang berenang di halaman rumah.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kemuning Tua Desa Aiptu Hermawan Pualam Polsek Kemuning, Polres Inhil. Ia melaksanakan sambang dan monitoring budidaya ikan lele di pekarangan milik Sdr. Zainal Abidin di Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir. Di sini, polisi dan warga duduk satu baris. Tidak ada pangkat. Tidak ada jarak. Yang ada hanya semangat untuk membuat desa mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Hermawan Pualam melakukan pengecekan langsung terhadap kolam budidaya ikan lele milik warga guna memastikan pertumbuhan ikan berjalan dengan baik. Ia menatap air. Ia menghitung benih. Ia melihat pakan. Ia tidak hanya mengecek. Ia juga belajar. Belajar dari warga yang lebih dulu bertani ikan.
Selain mengecek, Aiptu Hermawan Pualam juga berdialog dengan warga untuk mengetahui kendala yang dihadapi. Ia bertanya tentang air. Ia bertanya tentang pakan. Ia bertanya tentang penyakit ikan. “Kalau ada kendala, sampaikan. Kami tidak bisa selesaikan semua, tapi kami bisa bantu carikan jalan. Ketahanan pangan ini kerja bersama,” ujarnya kepada Zainal Abidin.
Aiptu Hermawan Pualam tidak lupa memberikan motivasi agar warga terus mengembangkan usaha budidaya. “Lele ini bisa jadi lauk. Bisa jadi penghasilan. Bisa jadi sekolah anak. Jangan berhenti di satu kolam. Kalau berhasil, buat lagi. Kalau susah, kita cari solusi. Negara hadir sampai ke halaman rumah,” katanya dengan lembut.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele dalam lingkup kecil. Kolam-kolam kecil mulai bermunculan di pekarangan. Anak-anak ikut memberi pakan. Ibu-ibu ikut menjaga air. Dari satu kolam, harapan mulai menyebar.
Bagi Zainal Abidin, kehadiran Bhabinkamtibmas memberi rasa aman. “Kalau ada Pak Polisi yang datang, rasanya kami didukung. Rasanya negara tidak lupa. Lele ini bukan hanya untuk makan. Lele ini untuk masa depan anak-anak kami,” ujarnya sambil menabur pakan.
Di Kemuning Tua, budidaya lele menjadi simbol kemandirian. Ia kecil. Ia sederhana. Tapi ia cukup untuk mengisi piring makan. Ia cukup untuk menambah uang sekolah. Ia cukup untuk membuat warga merasa bahwa mereka bisa hidup dari tanahnya sendiri. Dari halamannya sendiri.
Polsek Kemuning melihat ketahanan pangan sebagai bagian dari kamtibmas. “Melalui kegiatan ini diharapkan sinergitas antara Polsek Kemuning dan masyarakat semakin kuat, sehingga ketahanan pangan dapat terus diperkuat serta situasi kamtibmas di wilayah tetap aman dan kondusif,” ungkap Kompol M. Simanungkalit. Perut yang kenyang, hati yang tenang. Kampung yang tenang, negara yang kuat.
Aiptu Hermawan Pualam percaya, polisi bukan hanya menjaga malam. Polisi juga menjaga siang. Menjaga air kolam. Menjaga semangat warga. Menjaga harapan yang mulai berenang di pekarangan. “Kami hadir bukan untuk memerintah. Kami hadir untuk mendampingi. Kami hadir untuk memastikan warga tidak berjalan sendiri,” katanya.
Dari Kemuning Tua, pesan itu menyebar ke seluruh Kemuning. Ketahanan pangan bukan hanya tugas petani. Ia tugas polisi. Ia tugas pemerintah desa. Ia tugas semua warga. Ketika kolam lele dirawat dengan cinta, maka kolam itu akan menjawab dengan kehidupan.
Di halaman Zainal Abidin, matahari mulai condong. Lele terus berenang. Aiptu Hermawan Pualam berdiri, berpamitan. Tapi ia berjanji akan kembali. Karena di Kemuning Tua, setiap kolam adalah bukti. Bukti bahwa polisi cinta rakyat. Bukti bahwa rakyat cinta tanahnya.
Dan selama Aiptu Hermawan Pualam masih mau duduk di pinggir kolam, selama Zainal Abidin masih mau memberi pakan, maka Kemuning Tua akan terus menjadi desa yang mandiri. Mandiri dalam pangan. Mandiri dalam harapan. Mandiri dalam semangat kekeluargaan.(*)


Berita Lainnya
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
Dari Cabe hingga Jahe Merah, Personel Polsek Enok Pacu Produktivitas Lahan Lorong Veteran
Enok Bergerak: Dari Lorong Baru ke Dapur Warga, Polri Pacu Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Enok Gaspol Kawal Pekarangan Produktif, Terong dan Serai di Lorong Baru Jadi Amunisi Pangan
Memasuki Musim Kemarau, Polsek Koto Gasib melakukan monitoring Ketahanan Pangan
Tuan Guru Sapat dan Warisan Parit Kelapa, Bupati Herman Ajak Inhil Meneladani Akhlak Ulama