Pilihan
Di Baris Cabai Parit 7, Polsek Tempuling dan Muhibbah Menenun Swasembada
TEMPULING – Pagi itu, 13 Juni 2026, Jalan Provinsi Parit 7 di Kelurahan Pangkalan Tujuh tampak berbeda. Bukan karena aspalnya yang baru, melainkan karena tiga orang berseragam cokelat sedang berjongkok di pematang milik Sdri. Muhibbah. Di hadapan mereka, barisan tanaman cabai mulai memerah, seakan menyambut tamu.
Kegiatan itu dimulai pukul 10.30 WIB. Aipda Dodi S., Aipda Rahmat H., dan Bripda Y.F. Sitorus dari Polsek Tempuling datang bukan untuk menertibkan, melainkan untuk mendampingi. Mereka membawa semangat Program Manajemen Swasembada Ketahanan Pangan Polda Riau, yang kini diturunkan sampai ke baris-baris cabai.
Muhibbah menyambut dengan senyum. Lahan miliknya memang tidak luas, tetapi ia kelola dengan tekun. Cabai-cabai itu ia rawat setiap hari, disiram, dibersihkan dari rumput liar, dijaga dari hama. Hasilnya, tanaman tumbuh subur, buahnya mulai menampakkan warna merah yang menggoda.
Personel Polsek Tempuling tidak hanya melihat dari kejauhan. Mereka bertanya bagaimana cara Muhibbah mengatur air, bagaimana ia memilih pupuk, bagaimana ia mengatasi daun yang mulai layu. Pendampingan seperti ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal dan menjaga stabilitas ketersediaan pangan di Tempuling.
Komunikasi berlangsung sederhana, tetapi syarat makna. Aipda Rahmat memberikan motivasi agar Muhibbah dan warga lain terus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Pesannya jelas: pangan yang kuat dimulai dari lahan yang dirawat dengan cinta.
Langkah ini bukan tanpa tujuan. Polsek Tempuling ingin meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Jika setiap pekarangan dan setiap parit produktif, maka ketergantungan pada pasokan luar akan berkurang.
Kehadiran Polri di tengah petani juga menjadi jembatan kepercayaan. Masyarakat melihat bahwa aparat tidak hanya hadir saat ada gangguan, tetapi juga saat tanaman butuh dorongan. Kepercayaan publik tumbuh dari tindakan kecil seperti ini.
Kapolsek Tempuling IPTU Delni Atma Saputra S.H., M.H. menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen Polri yang tidak boleh berhenti di atas meja.
“Polri harus hadir sampai ke tanah, bukan hanya sampai ke balai. Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Jika mereka kuat, maka Tempuling dan Indragiri Hilir akan kuat. Kami akan terus mendampingi, memotivasi, dan memastikan setiap potensi pertanian di wilayah kami tumbuh maksimal,” ujar IPTU Delni.
Dengan semangat itulah, Aipda Dodi, Rahmat, dan Bripda Sitorus berpamitan dari lahan Muhibbah. Cabai-cabai itu tetap berdiri, merahnya semakin menjadi. Dan di Parit 7 Pangkalan Tujuh, swasembada pangan mulai dirajut, satu pohon cabai demi satu pohon cabai, bersama Polri yang memilih turun ke tanah. (*)


Berita Lainnya
Komunitas Lang Siak Bersama Ketua KORMI Siak Tinjau Lokasi Mabar Sumbar–Riau di Bungaraya
Bung Nafarin; Ayo Ramaikan Malam Puncak KNPI Inhil Fair 2026 Digelar 19.30 WIB Hari Rabu Malam Kamis di Lapangan Gajah Mada
Mengawal Alam Menjaga Negeri, Polsek Enok Tanam Mangrove Serentak di Simpang Tiga Laut
Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polsek Keritang Bersama Forkopimcam Tanam Mangrove di Kotabaru Reteh
Hari Mangrove Sedunia, Polsek GAS Bersama Warga Tanam Bibit di Kuala Gaung
Bhabinkamtibmas Polsek Siak Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Komunitas Lang Siak Bersama Ketua KORMI Siak Tinjau Lokasi Mabar Sumbar–Riau di Bungaraya
Bung Nafarin; Ayo Ramaikan Malam Puncak KNPI Inhil Fair 2026 Digelar 19.30 WIB Hari Rabu Malam Kamis di Lapangan Gajah Mada
Mengawal Alam Menjaga Negeri, Polsek Enok Tanam Mangrove Serentak di Simpang Tiga Laut
Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polsek Keritang Bersama Forkopimcam Tanam Mangrove di Kotabaru Reteh
Hari Mangrove Sedunia, Polsek GAS Bersama Warga Tanam Bibit di Kuala Gaung
Bhabinkamtibmas Polsek Siak Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan Nasional