Pilihan
ADVETORIAL
MTQ Kateman Ditutup Meriah, Anggota DPRD Inhil: Al-Qur’an Harus Jadi Nafas Anak Muda Inhil
KATEMAN – Lapangan Balai Rakyat Sungai Guntung bergemuruh takbir pada Ahad malam, 21 Juni 2026. Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an Ke-56 Tingkat Kecamatan Kateman. Di antara tamu kehormatan, hadir Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Komisi III, Adi Chandra, S.E., memberi dukungan penuh untuk syiar Al-Qur’an.
Acara puncak MTQ itu dihadiri langsung Bupati Indragiri Hilir, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan hakim, serta para kafilah dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Kateman. Masyarakat tumpah ruah memadati lapangan. Suasana khidmat berpadu dengan meriah, menandai berakhirnya sepekan kompetisi kalam ilahi.
Rangkaian penutupan dibuka dengan tari persembahan, disusul lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati. Doa dipanjatkan, laporan ketua panitia dibacakan, dan sambutan Camat Kateman menguatkan semangat kebersamaan. Bupati Inhil kemudian resmi menutup MTQ Ke-56 Tingkat Kecamatan Kateman Tahun 2026.
Momen yang paling ditunggu pun tiba: penurunan bendera LPTQ sebagai tanda berakhirnya musabaqah. Dewan hakim membacakan keputusan, nama-nama peserta terbaik menggema di pengeras suara. Satu per satu juara naik panggung, menerima trofi dan uang pembinaan diiringi tepuk tangan haru keluarga dan pendukung.
Kehadiran Adi Chandra, S.E. bukan sekadar formalitas. Bagi DPRD Inhil, MTQ adalah investasi peradaban. “MTQ ini bukan hanya lomba baca Al-Qur’an. Ini sekolah ukhuwah, tempat anak-anak kita jatuh cinta pada Kalamullah. Dari sini lahir akhlak, dari sini Inhil jadi kuat,” tegas Adi Chandra usai acara.
Menurutnya, dukungan terhadap MTQ adalah dukungan terhadap masa depan Inhil. Pembinaan generasi Qurani harus jalan terus, tak berhenti di panggung juara kecamatan. “Target kita, qari dan qariah Kateman bisa bicara di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. DPRD siap kawal,” tambahnya.
MTQ Ke-56 Kateman diharapkan jadi kawah candradimuka. Dari Sungai Guntung, lahir suara-suara merdu yang tak hanya juara di mimbar, tapi juga jadi teladan di masyarakat. Yang santun, jujur, dan peduli sesama, karena hidupnya dituntun Al-Qur’an.
Lebih dari trofi, MTQ menanam cinta. Cinta pada Al-Qur’an, cinta pada persaudaraan, cinta pada kampung halaman. Ketika ukhuwah Islamiyah menguat, pembangunan Inhil pun punya pondasi yang kokoh: masyarakat yang religius, rukun, dan berkarakter.
Malam itu Sungai Guntung tak hanya menutup MTQ, tapi membuka harapan baru. Harapan bahwa dari lantunan ayat di panggung kecil kecamatan, akan lahir cahaya besar untuk Indragiri Hilir yang bermartabat.(Adv)


Berita Lainnya
Komunitas Lang Siak Bersama Ketua KORMI Siak Tinjau Lokasi Mabar Sumbar–Riau di Bungaraya
Bung Nafarin; Ayo Ramaikan Malam Puncak KNPI Inhil Fair 2026 Digelar 19.30 WIB Hari Rabu Malam Kamis di Lapangan Gajah Mada
Mengawal Alam Menjaga Negeri, Polsek Enok Tanam Mangrove Serentak di Simpang Tiga Laut
Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polsek Keritang Bersama Forkopimcam Tanam Mangrove di Kotabaru Reteh
Hari Mangrove Sedunia, Polsek GAS Bersama Warga Tanam Bibit di Kuala Gaung
Bhabinkamtibmas Polsek Siak Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Komunitas Lang Siak Bersama Ketua KORMI Siak Tinjau Lokasi Mabar Sumbar–Riau di Bungaraya
Bung Nafarin; Ayo Ramaikan Malam Puncak KNPI Inhil Fair 2026 Digelar 19.30 WIB Hari Rabu Malam Kamis di Lapangan Gajah Mada
Mengawal Alam Menjaga Negeri, Polsek Enok Tanam Mangrove Serentak di Simpang Tiga Laut
Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polsek Keritang Bersama Forkopimcam Tanam Mangrove di Kotabaru Reteh
Hari Mangrove Sedunia, Polsek GAS Bersama Warga Tanam Bibit di Kuala Gaung
Bhabinkamtibmas Polsek Siak Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan Nasional