Pilihan
Polsek Koto Gasib Optimalkan hasil panen Jagung Pipil
Polsek Koto Gasib Laksanakan kegiatan pemipilan jagung
DPP-SPKN Soroti Harga Pengadaan Kendaraan Lebih Tinggi di OPD Dumai
Bagus Santoso :Syamsuar dan Edi Natar Pemimpin Ksatria Bijaksana
MEDIALOKAL.CO - Bagus Santoso Ketua Umum PAMOR ( Paguyuban Masyarakat Solo Riau ) diberikan kehormatan untuk menyerahkan cindera mata sepasang Blangkon dan sebilah keris kepada Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Edi Natar Nasution saat perhelatan acara syukuran atas pelantikan diri mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2019-2024 bertempat di Halaman Belakang Gedung Pauh Jenggi Komplek Gubernuran Jl. Diponegoro Pekanbaru.
Bagus Santoso yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PAN didampingi Ketua Relawan Gotong Royong SAE ( Syamsuar- Edy) H Asbin Wibowo dengan 10 paguyuban Jawa di Riau menyatakan komitmen bersama pengurus untuk turut serta mendukung dan andil dalam memajukan pembangunan di Riau.
“Sudah menjadi tekad kami Paguyuban Jawa yang tergabung sejak awal perjuangan menjadi relawan Gotong royong SAE, akan mengawal dan berpartisipasi membangun Riau. Kami mendoakan masa kepemimpinan gubernur baru akan membuat Riau lebih maju dan berjaya” tegas Bagus Santoso saat menyerahkan sebilah keris kepada Gubernur Riau Syamsuar diatas panggung.
Penggunaan blangkon bagi masyarakat Jawa memiliki arti tersendiri, sebagai bagian terpenting dan terhormat dari manusia, kepala, rambut dan wajah merupakan mahkota yang harus selalu dijaga dan diberi perhatian. Maka blangkon sebagai simbol kebijaksanaan dan kerendahan hati.
Lebih lanjut dikatakan Bagus Santoso yang pada pemilu 2019 akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Riau 1 bahwa blangkon atau biasa disebut “Belangkon” merupakan sebuah topi tradisional masyarakat Jawa, yang berupa penutup kepala dari kain batik dan berbentuk seperti iket kepala (pengikat kepala)
Sedangkan Keris adalah mahakarya Indonesia. Filosofis keris yang mengajarkan sifat ksatria, keluhuran budi dan keberanian, masih sangat relevan diterapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini. Termasuk menyatukan berbagai budaya tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing daeah. (rilis)


Berita Lainnya
Teluk Pinang Mencekam, Warga Ramai-ramai Antarkan Pencuri Pinang Muda ke Kantor Polsek Gas
Polsek Koto Gasib Optimalkan hasil panen Jagung Pipil
Polsek Koto Gasib Laksanakan kegiatan pemipilan jagung
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
Polres Indragiri Hilir Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan 200 Paket Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Terpilih Aklamasi, Erfan Panca Putra Nahkodai FAJI Riau Periode 2026–2030
Teluk Pinang Mencekam, Warga Ramai-ramai Antarkan Pencuri Pinang Muda ke Kantor Polsek Gas
Polsek Koto Gasib Optimalkan hasil panen Jagung Pipil
Polsek Koto Gasib Laksanakan kegiatan pemipilan jagung
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
Polres Indragiri Hilir Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan 200 Paket Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Terpilih Aklamasi, Erfan Panca Putra Nahkodai FAJI Riau Periode 2026–2030