PDIP Minta Umat Islam Tak Terprovokasi Akibat Teror di Masjid New Zealand
MEDIALOKAL.CO - PDIP meminta umat Islam di Indonesia tidak terprovokasi akibat penembakan yang tejadi di masjid di Selandia Baru (New Zealand). Menurut PDIP, semua pihak harus menahan diri dari mengeluarkan pernyataan yang bersikap provokatif dan memperkeruh suasana.
"Meminta kepada segenap umat Islam di Indonesia untuk tetap tenang, tidak terpecah belah, tidak terprovokasi, dan jangan ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan mengeluarkan pernyataan provokatif yang berpotensi mengganggu keamanan dan kondusifitas di dalam negeri," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2018).
Selain itu, Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini juga meminta pemerintah Selandia Baru mengusut tuntas kasus ini. Pemerintah Selandia Baru, disebutnya harus memberi perlindungan bagi WNI maupun umat Islam di sana.
"Meminta pemerintah Selandia Baru agar segera mengusut tuntas motif dan pelaku penembakan serta dalang atas peristiwa tersebut dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada siapapun yang terlibat," ujarnya.
Dia mengingatkan tindakan terorisme tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Menurutnya, terorisme bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan tidak terkait dengan agama manapun.
"Tindakan tersebut adalah tindakan terorisme yang sama sekali tidak dibenarkan dengan alasan apapun dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Terorisme tidak berkaitan dengan agama manapun, sehingga kita hendaknya memisahkan antara ajaran agama dan perbuatan akibat ideologi kegelapan tersebut," ujar Basarah.
Duta Besar RI di Wellington, Tantowi Yahya, sebelumnya menyatakan ada 344 WNI yang tinggal di Christchurch, Selandia Baru. Tantowi menyebut umumnya mereka dalam keadaan syok pascapenembakan.
Hingga Jumat (15/3) pukul 23.30 waktu setempat, berdasarkan data KBRI Wellington, ada 6 WNI yang diketahui berada di Masjid Al Noor saat kejadian penembakan. Sebanyak 5 orang dilaporkan selamat, sementara 1 orang atas nama Muhammad Abdul Hamid belum diketahui keberadaannya. Adapun ayah-anak bernama Zulfirmansyah dan Mohammad Rais masih dirawat di RS. Keduanya berada di Masjid Lindwood ketika kejadian berlangsung.
Sumber: detik.com


Berita Lainnya
Anggota DPR RI Karmila Sari: Kampus STIKes Tengku Maharatu Buka Akses Kuliah Gratis lewat KIP Kuliah
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
Hadiri Cap Go Meh Bagansiapiapi, Karmila Sari: Keharmonisan Rohil adalah Kekayaan Nasional
Sehat Mental, Produktif Kerja: PT Patra Drilling Contractor Ajak Pekerja Lepaskan Stres Lewat Workshop Self Healing
GMNI Desak KPK Usut August Mellaz dan 4 Komisioner KPU: Jet Pribadi Rp90 Miliar Indikasi Korupsi Terstruktur
Hadapi Ancaman Sinkhole, PLN Bergerak Cepat Amankan SUTT 150 kV Bireuen-Peusangan
Anggota DPR RI Karmila Sari: Kampus STIKes Tengku Maharatu Buka Akses Kuliah Gratis lewat KIP Kuliah
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
Hadiri Cap Go Meh Bagansiapiapi, Karmila Sari: Keharmonisan Rohil adalah Kekayaan Nasional
Sehat Mental, Produktif Kerja: PT Patra Drilling Contractor Ajak Pekerja Lepaskan Stres Lewat Workshop Self Healing
GMNI Desak KPK Usut August Mellaz dan 4 Komisioner KPU: Jet Pribadi Rp90 Miliar Indikasi Korupsi Terstruktur
Hadapi Ancaman Sinkhole, PLN Bergerak Cepat Amankan SUTT 150 kV Bireuen-Peusangan