Pilihan
Polsek Tempuling Amankan Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Kosong
DPP S-PKN Soroti E-Katalog Barang dan Jasa Disdik Pekanbaru
Jangan Rotasi Kepsek dan Pengawas Sekolah karena Kepentingan Politik
MEDIALOKAL.CO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta pemerintah daerah tidak merotasi kepala sekolah dan pengawas sekolah hanya karena kepentingan politik. Pengangkatan maupun rotasi kepsek dan pengawas sekolah harus dilakukan sesuai kompetensi.
"Jabatan kepsek dan pengawas sekolah itu sangat strategis. Itu sebabnya pengangkatannya juga harus dilakukan secara selektif," kata Menteri Muhadjir saat membuka kegiatan Sinkronisasi Program Pembinaan Tenaga Kependidikan dengan Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota di Jakarta, Rabu (27/3) malam.
Kegiatan yang berlangsung 27 hingga 29 Maret ini menghadirkan para kepala bidang yang menangani tenaga kependidikan dari dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Menteri Muhadjir mengatakan, saat ini Kemendikbud sedang melakukan proses perubahan peran dan fungsi dari pengawas sekolah dan kepala sekolah. Ke depan jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan pola karier.
"Guru bila bagus bisa jadi kepala sekolah, kepala sekolah bila bagus bisa jadi pengawas. Bila bagus kinerjanya, kepala sekolah maupun pengawas sekolah bisa menjabat lebih dari dua periode. Dengan catatan harus pindah ke sekolah lainnya," ujarnya.
Apabila ada kepala sekolah yang kinerjanya kurang baik, dia berharap, supaya jangan dirotasi ke sekolah yang masih membutuhkan perhatian lebih. Sebab hal ini malah akan memperlambat kemajuan dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Pentingnya peran kepala sekolah dan pengawas sekolah, membuat Muhadjir yakin bahwa reformasi di sekolah tidak akan terjadi jika kepala sekolah dan pengawas sekolah belum dibenahi.
Untuk itu pemda dituntut berani menciptakan pemerintahan yang bersih, termasuk dalam pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang harus berdasarkan kompetensi. Bukan karena dipengaruhi kepentingan politik.
"Asumsi saya, sekolah itu tergantung pemimpinnya. Bila pemimpinnya kuat, visioner, memiliki tanggung jawab yang besar, dan betul-betul berkorban untuk (sekolah) yang dia pimpin, Insyaallah sekolah itu akan maju," tegasnya.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan program serta anggaran yang ada di pusat dan di daerah. Khususnya kegiatan yang berkaitan dengan tenaga kependidikan.
ADVERTISEMENT
"Saat ini Kemendikbud sedang melakukan proses perubahan peran dan fungsi pengawas sekolah serta kepala sekolah," tandasnya. (jpnn.com)


Berita Lainnya
DPP S-PKN Soroti E-Katalog Barang dan Jasa Disdik Pekanbaru
SMA IP-ICBS Riau Tegaskan Ambil Tindakan Pada Siswa Bermasalah Sesuai Peraturan
Silaturahmi BPMP Riau dengan Pemkab Kampar Bahas Program Penjaminan Mutu Pendidikan
Syarat Diperketat, Peminat SMA Negeri Plus Riau Tetap Tinggi
SMPN 4 Belaras Berbagi Takjil, Mengajarkan Anak-anak Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan
Rencana Penghentian Bosda Reguler Bukti Kadisdik Riau tidak Kompeten dalam Memimpin!
DPP S-PKN Soroti E-Katalog Barang dan Jasa Disdik Pekanbaru
SMA IP-ICBS Riau Tegaskan Ambil Tindakan Pada Siswa Bermasalah Sesuai Peraturan
Silaturahmi BPMP Riau dengan Pemkab Kampar Bahas Program Penjaminan Mutu Pendidikan
Syarat Diperketat, Peminat SMA Negeri Plus Riau Tetap Tinggi
SMPN 4 Belaras Berbagi Takjil, Mengajarkan Anak-anak Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan
Rencana Penghentian Bosda Reguler Bukti Kadisdik Riau tidak Kompeten dalam Memimpin!