Foto bersama peserta diklat (Ist)

Kwarcab Inhil Lakukan Diklat Satgas Pramuka Peduli Penanggulan Bencana Angkatan 2

Jumat, 15 November 2019 - 09:04:32 WIB
Share Tweet Google + Cetak
Loading...

TEMBILAHAN, Medialokal.co - Kwartir cabang (kwarcab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Satgas Pramuka Peduli (PP) penanggulangan bencana angkatan 2 (12-17 nopember) tahun 2019, yang di ikuti oleh peserta dari utusan Kwartir ranting(kwaran) yang ada di Inhil.

Dalam kegiatan ini peserta diberikan pelatihan dasar simulasi penaggulangan kebakaran hutan dan lahan (karlahut) oleh Instruktur yang kompeten dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Inhil, simulasi penanggulangan kebakaran pemukiman warga oleh instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran Inhil.

Selain itu Diklat satgas PP juga memberikan bekal pengetahuan peran pramuka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, peran pramuka dalam membantu rekayasa lalu lintas ketika terjadi bencana yang dalam hal ini di hadirkan pemateri dari Polrest Inhil. Serta peserta juga di berikan bekal pengetahuan tentang peran pramuka dalam Bela Negara oleh pemateri dari Kodim 0314 Inhil.

"Diklat pramuka peduli ini yang sudah menjadi agenda rutin Kwarcab Inhil akan terus diadakan setiap tahun nya, bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat perserta didik dan pembina pramuka dalam mejaga dan melestarikan alam sekitar di tempat mereka berada. Adapun diklat kali ini yang kedua kalinya yang telah di mulai pada tanggal 11 Nopember dan akan berakhir pada 17 Nopember 2019, yang semua kegiatan berlangsung di Graha Pramuka Kwarcab Inhil jalan Sobrantas Tembilahan," ujar Junaidy Ismail selaku Ka. Kwarcab Inhil.

Kegiatan Satgas Pramuka Peduli ini di ikuti oleh peserta yang berasal dari Kwartir Ranting(kwaran) di jajaran Kwarcab Inhil, yang mana setiap Kwaran mengutus 5 orang peserta yang terdiri dari 4 orang peserta didik pa/pi dan 1 orang pembina.

"Kita harapkan diklat yang kita adakan ini dapat diadakan juga di Kwaran setelah para peserta tersebut kembali ke daerah mereka masing-masing dan ilmu yang mereka dapatkan dapat membantu masyarakat dalam penanganan Karlahut yang terjadi dimanapun itu di wilayah tempat mereka berada" imbuh Junaidy Ismail. (*)



Tulis KomentarIndex
Berita TerkaitIndex