Ketua IPSS Inhil Pitrawir Armadani Minta Aparat Usut Tuntas Penemuan Jenazah di Pasengrahan Sungai Batang

Ketua IPSS Inhil minta aparat usut tuntas penemuan jenazah di Sungai Batang.
Penulis: Redaksi
Rabu, 30 September 2026 | 16:20:22 WIB

TEMBILAHAN, INHIL — Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) Kabupaten Indragiri Hilir meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh kasus penemuan jenazah seorang pria di dalam togok jaring ikan di wilayah Desa Pasengrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir.

Jenazah ditemukan warga pada Jumat malam, 25 September 2026. Berdasarkan pemberitaan Riaureview, korban diketahui berinisial E.S (26), warga Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang. Saat ditemukan, terdapat bagian tubuh korban yang tidak utuh. Pemeriksaan medis sementara menyebut adanya dugaan luka yang diduga akibat gigitan buaya, namun penyebab pasti kematian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua IPSS Kabupaten Indragiri Hilir, Pitrawir Armadani, atau akrab disala Donni Fitra menyampaikan bahwa pihaknya menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat. Namun, menurutnya, kasus tersebut perlu mendapatkan perhatian serius agar seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban dapat diketahui secara terang.

“Kami dari Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan Kabupaten Indragiri Hilir meminta kepada aparat penegak hukum agar kasus ini diusut secara tuntas dan transparan dan di sampaikan kepada Publik. Jangan sampai ada fakta atau informasi yang terlewat dalam proses penyelidikan,” ujar Bung Donni.

Ia menegaskan, IPSS tidak bermaksud mendahului hasil penyelidikan maupun menyimpulkan penyebab kematian korban. Namun, sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, IPSS merasa perlu menyampaikan aspirasi agar proses hukum dan pemeriksaan terhadap kasus tersebut dilakukan secara profesional.

Menurut Donni, berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan kematian korban perlu ditelusuri berdasarkan bukti dan keterangan saksi. Pemeriksaan medis, visum, keterangan pihak keluarga, saksi di lokasi, serta informasi sebelum korban ditemukan dinilai penting untuk membangun rangkaian peristiwa secara utuh.

“Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian. Biarkan aparat bekerja berdasarkan bukti. Yang kami minta adalah kepastian dan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap korban,” katanya.

Sebelumnya, warga menemukan korban di dalam togok jaring ikan sekitar pukul 20.40 WIB di wilayah RT 002 RW 001, Dusun Kalung, Desa Pasengrahan. Polisi bersama masyarakat kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah dan meminta pemeriksaan medis serta visum. Pihak kepolisian juga telah mencatat keterangan sejumlah saksi dan melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut.

IPSS Inhil berharap proses penyelidikan dapat memberikan jawaban seterang terangnya kepada Publik sekaligus memastikan bahwa seluruh fakta dalam peristiwa tersebut dapat terungkap berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menyampaikan dukacita kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan kekuatan. Dan kami berharap aparat dapat memberikan kepastian hukum serta mengungkap secara terang apa yang menjadi penyebab meninggalnya korban,” tutup Bung Donni Fitra.

Reporter: Redaksi