Muscab Perhumas Pekanbaru 2026 Diawali Bedah Buku Strategi PR Era Digital

Muscab Perhumas Pekanbaru 2026 diawali bedah buku strategi PR era digital.
Penulis: Redaksi
Jumat, 09 Oktober 2026 | 11:39:33 WIB

PEKANBARU – Musyawarah Cabang (Muscab) Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Pekanbaru akan digelar Sabtu, 10 Oktober 2026, di Aula Institut Kesehatan dan Teknologi Al-Insyirah, Jalan Datuk Setia Maharaja, Pekanbaru. Kegiatan ini diawali dengan bedah buku Cara Gila Menjadi PR: Bertahan dan Menang di Era Scroll 3 Detik karya RHR Dodi Sarjana, Penasehat BPC Perhumas Pekanbaru.

Ketua Panitia Pelaksana, Satria Utama mengatakan, Muscab merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Forum ini menjadi agenda penting untuk memilih ketua baru sekaligus membahas dan menetapkan arah program kerja kepengurusan Perhumas Pekanbaru ke depan.

“Musyawarah cabang bukan hanya menjadi forum pemilihan ketua, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan profesi humas,” ujarnya.

Sebelum agenda musyawarah berlangsung, panitia menghadirkan kegiatan bedah buku yang mengangkat tantangan profesi public relations (PR) di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin cepat.

Bedah buku tersebut menghadirkan RHR Dodi Sarjana selaku penulis sekaligus Penasehat BPC Perhumas Pekanbaru, bersama Assoc. Prof. Eka Putra, M.Sc., dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, sebagai narasumber.

Buku Cara Gila Menjadi PR: Bertahan dan Menang di Era Scroll 3 Detik membahas tantangan praktisi humas dalam merebut perhatian publik di tengah derasnya arus informasi digital. Kecepatan audiens dalam menggulir layar atau scroll menuntut praktisi PR untuk semakin kreatif dalam merancang pesan, membangun komunikasi yang efektif, serta menjaga kredibilitas dan reputasi organisasi.

Melalui diskusi ini, peserta diharapkan mendapatkan wawasan dan perspektif baru mengenai strategi komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan media digital. Bedah buku juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara praktisi dan akademisi untuk menjawab tantangan kehumasan yang terus berkembang.

Panitia tidak hanya mengundang pengurus dan praktisi humas di Provinsi Riau, tetapi juga mahasiswa komunikasi dari sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda mengenai profesi humas sekaligus mempertemukan dunia akademik dengan praktik komunikasi profesional.

Ketua BPC Perhumas Pekanbaru, Rozita, SM, MM berharap, rangkaian kegiatan Muscab ini dapat memperkuat peran Perhumas Pekanbaru sebagai wadah pengembangan kompetensi, pertukaran pengetahuan, dan penguatan profesionalisme praktisi humas di Riau.

Selain menghasilkan kepemimpinan baru, Muscab diharapkan mampu merumuskan program kerja yang responsif terhadap perkembangan teknologi, perubahan perilaku publik, serta kebutuhan komunikasi organisasi di era digital.(rls)

Reporter: Redaksi