Wall Street Menguat, Dow Jones Naik 556 Poin Saat Investor Geser Dana dari AI

Indeks Dow Jones naik 556,21 poin ke level 52.177,69 pada perdagangan Kamis (15/10).
Penulis: Sutomo
Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:21:01 WIB

MEDIALOKAL.CO — Indeks Dow Jones melonjak 556,21 poin atau 1,08% ke level 52.177,69 pada perdagangan Kamis (15/10), memimpin penguatan bursa Wall Street. Investor mulai mengalihkan portofolio dari sektor kecerdasan buatan (AI) ke sektor lain, sambil mencermati data inflasi Amerika Serikat yang masih bertahan tinggi.

Penguatan juga tercatat pada S&P 500 yang bertambah 0,33% ke posisi 7.744,06, sementara Nasdaq Composite hanya naik tipis 0,08% ke level 26.713,03. Pergerakan tersebut mencerminkan rotasi dana yang cukup tajam di pasar saham AS, dengan sektor nonteknologi mencuri peran dari saham-saham AI yang mendominasi sepanjang tahun.

Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Cip Memori

Salah satu pemicu pergeseran portofolio adalah kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kelebihan pasokan cip memori. Persaingan dari Cina disebut semakin menekan produsen Korea Selatan di segmen tersebut.

CEO Tesla Elon Musk ikut menyinggung persoalan ini melalui unggahan di platform X. "Cina akan memproduksi RAM dalam jumlah SANGAT BESAR pada 2028," kata Musk dalam unggahan X dikutip Jumat (16/10).

Kekhawatiran di sektor AI bertambah setelah sejumlah sumber menyebut pendapatan Anthropic tumbuh menjadi US$ 16,8 miliar pada kuartal III. Sejumlah pelaku pasar menilai pertumbuhan pendapatan perusahaan AI tersebut belum cukup cepat untuk membenarkan kenaikan harga saham produsen cip yang sudah sangat tinggi.

CoreWeave dan Micron Berbalik Arah

Meski sentimen sektor AI tertekan, sejumlah saham terkait mulai pulih. Saham CoreWeave naik hampir 6%, berbalik arah setelah anjlok lebih dari 15% pada sesi sebelumnya. Aksi jual sebelumnya dipicu kekhawatiran investor terhadap beban utang CoreWeave untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI, yang turut mendorong lonjakan imbal hasil obligasi korporasinya.

Saham Micron Technology juga berbalik menguat setelah sempat melemah di awal perdagangan, ditutup naik hampir 2%.

Imbal Hasil Obligasi AS Jadi Pertimbangan

Kepala investasi bersama di Evoke, bagian dari MAI Capital Management, Alex Shahidi, menyoroti peran imbal hasil obligasi pemerintah AS dalam keputusan investor.

"Ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai 5%, level tertinggi sejak awal 2000-an, investor akan mulai membandingkannya dengan mengambil taruhan besar pada AI," kata Shahidi.

Dia menambahkan, persoalannya bukan apakah seseorang berinvestasi di AI atau tidak, melainkan seberapa besar konsentrasi investasi yang ingin ditempatkan di sektor tersebut.

Sektor Nonteknologi Jadi Penopang

Penguatan pasar juga ditopang kenaikan saham di luar sektor teknologi. Saham peritel Walmart naik 1,5%, sedangkan saham Nike melonjak lebih dari 5%.

Pergerakan tersebut menunjukkan investor mulai mencari eksposur ke sektor yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian valuasi saham teknologi.

PPI September Sentuh Level Tertinggi Sejak 2022

Dari sisi data ekonomi, investor mencermati indeks harga produsen atau producer price index (PPI) September yang naik 1,3% secara bulanan dan 6,3% secara tahunan. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar, baik secara bulanan maupun tahunan, sejak 2022.

Angka PPI yang masih tinggi menjadi pertimbangan tersendiri bagi pelaku pasar dalam menilai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan, di tengah rotasi portofolio yang sedang berlangsung dari saham AI ke sektor lain.

Reporter: Sutomo