Kemenag Salurkan Rp 7 Triliun PIP dan KIP Kuliah dalam 2 Tahun Prabowo-Gibran

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan capaian penyaluran PIP dan KIP Kuliah dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Penulis: Sutomo
Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:41:05 WIB

MEDIALOKAL.CO — Kementerian Agama menyalurkan sekitar Rp 7 triliun bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Siswa, santri, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar sebagai penerima berhak atas bantuan ini, dengan PIP mendapat porsi Rp 4 triliun dan KIP Kuliah sekitar Rp 3 triliun.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal itu dalam Konferensi Pers Dua Tahun Capaian Kemenag di Jakarta Pusat pada Senin (19/10/2026). Menurut dia, pembiayaan tersebut berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Besaran Anggaran PIP dan KIP Kuliah

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin merinci, dari total sekitar Rp 7 triliun, bantuan melalui PIP mencapai Rp 4 triliun. Sementara anggaran KIP Kuliah sekitar Rp 3 triliun.

Kamaruddin juga menyebut ada 3.659 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dalam periode yang sama. Angka itu bagian dari penyaluran PIP dan KIP Kuliah yang dikelola Kemenag.

"Jadi selama pemerintahan Bapak Presiden Prabowo-Gibran itu sudah menyalurkan PIP dan KIP Kuliah. Kemudian juga untuk meningkatkan kualitas SDM, ada 3.659 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa," kata Kamaruddin.

Siapa yang Bisa Menerima Bantuan

Bantuan pendidikan ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan. Cakupannya meliputi pelajar, santri, dan mahasiswa di lembaga yang berada di bawah naungan Kemenag.

Lembaga yang dimaksud mencakup madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya. Informasi soal kriteria rinci penerima tidak dipaparkan dalam konferensi pers tersebut.

Cara Cek Status dan Informasi Resmi

Artikel ini tidak memuat detail teknis soal cara pengecekan status penerima PIP maupun KIP Kuliah. Masyarakat disarankan memantau kanal resmi Kemenag dan situs Program Indonesia Pintar untuk informasi terbaru.

Hindari mengandalkan informasi dari sumber tidak resmi, terutama yang meminta biaya pendaftaran atau menjanjikan kelulusan penerimaan.

Dana untuk Guru, Sarana, dan Layanan Disabilitas

Selain bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa, Kemenag mengalokasikan anggaran untuk tunjangan profesi guru dan dosen. Pemerintah juga mendukung perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan pembelajaran digital, pembinaan prestasi, serta perluasan layanan bagi penyandang disabilitas.

Nasaruddin menyebut sekitar 2.000 madrasah telah memiliki layanan pendidikan yang mendukung kebutuhan peserta didik. Dari jumlah itu, 1.547 di antaranya berupa unit layanan disabilitas.

Kemenag juga menjalankan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 857 madrasah telah menerima manfaat program tersebut.

Prestasi Madrasah dan Alumni

Nasaruddin menyoroti capaian lulusan lembaga pendidikan keagamaan yang berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri. "Banyak sekali alumni-alumni kita itu diterima di mancanegara," jelasnya.

Ia mencontohkan sejumlah madrasah berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, antara lain MAN 2 Malang, MAN 2 Makassar, MAN Insan Cendekia Gorontalo, dan MAN Insan Cendekia Serpong.

Masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan bantuan pendidikan dapat menghubungi kanal pengaduan resmi Kemenag. Waspadai oknum yang menawarkan jasa pengurusan PIP atau KIP Kuliah dengan imbalan uang, karena penyaluran bantuan tidak memungut biaya.

Reporter: Sutomo