Antrean Pertalite di Lumajang Mengular, Kuota Subsidi Tak Dikurangi
MEDIALOKAL.CO — Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan kuota bahan bakar minyak subsidi jenis Pertalite untuk wilayahnya tidak mengalami pengurangan. Antrean panjang di sejumlah SPBU dipicu lonjakan konsumsi masyarakat sejak perbedaan harga Pertalite dan Pertamax melebar pada Juli 2026. Warga diimbau tidak panic buying dan membeli sesuai kebutuhan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Lumajang, Bonni Momenta, menyatakan tidak ada pemotongan kuota BBM subsidi dari Pertamina untuk wilayah Kabupaten Lumajang. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Bagusari di Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Jogotrunan, masih terjadi hingga Selasa (20/10/2026).
Menurut Bonni, lonjakan permintaan terjadi setelah selisih harga Pertalite dan Pertamax melebar sejak Juli 2026. Banyak konsumen beralih ke BBM bersubsidi. "Sejak perbedaan harga subsidi dengan non-subsidi cukup jauh itu banyak sekali masyarakat yang beralih. Itu dampaknya ke antrean yang tambah panjang," ucap Bonni di Lumajang, Selasa (20/10/2026).
Penyebab Antrean: Konsumsi Naik, Bukan Kuota Dipotong
Bonni menegaskan penyebab antrean adalah peningkatan konsumsi, bukan pengurangan jatah subsidi. "Jadi, kalau pengurangan tidak. Tidak ada pengurangan sama sekali, cuma memang konsumsi yang meningkat," tambahnya.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan penjualan Pertalite dan Biosolar di Kabupaten Lumajang sekitar 11–15% dibandingkan kondisi normal. Kenaikan permintaan Pertalite sejalan dengan meningkatnya aktivitas mobilisasi warga. Sementara Biosolar terdorong aktivitas sektor pertanian, termasuk musim panen tebu.
Peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite dan dari Pertamina Dex ke Biosolar turut menambah tekanan permintaan pada kedua produk tersebut.
Stok dan Pasokan: Pengiriman Dipercepat
Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan stok BBM subsidi aman. Percepatan pengiriman dilakukan saat terjadi kekosongan di tingkat SPBU. "Tentu kami juga melakukan pemantauan ke SPBU-SPBU juga berkoordinasi dengan Pertamina terutama untuk mengantisipasi agar dilakukan percepatan pengisian suplai," ungkap Bonni.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Integrated Terminal Surabaya untuk memprioritaskan pengiriman BBM ke SPBU di Lumajang. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemkab Lumajang untuk mengatur lalu lintas di sekitar SPBU.
Pertamina mengoptimalkan armada mobil tangki melalui skema spot charter untuk memperkuat kapasitas distribusi. "Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar penyaluran BBM ke SPBU dapat dipercepat dan kebutuhan konsumen segera terpenuhi," tambah Ahad.
Penyebab Teknis: Penyesuaian Jadwal Pengiriman
Realisasi pengiriman BBM ke sejumlah SPBU dalam tujuh hari terakhir mengalami penyesuaian waktu. Penyesuaian ini untuk memenuhi rencana penyaluran dan menyebabkan penundaan ketibaan pengiriman melalui mobil tangki.
Antrean kendaraan pada Senin (19/10/2026) dipengaruhi peningkatan konsumsi BBM, baik Pertalite maupun Biosolar. Pertamina memantau kondisi stok dan penyaluran di lapangan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Imbauan ke Warga dan Kanal Pengaduan
Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Pertamina mengimbau warga tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pembelian BBM diminta disesuaikan dengan kebutuhan. Pembelian berlebihan hanya menambah antrean dan tekanan permintaan di SPBU.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan dan ketersediaan BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. Warga diimbau waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan petugas dan menawarkan jasa antre atau penyaluran BBM di luar jalur resmi.