Prabowo Targetkan 700 BUMN Ditutup atau Dilebur Hingga Desember

Presiden Prabowo Subianto menargetkan sekitar 700 BUMN ditutup atau dilebur hingga Desember mendatang.
Penulis: Ragil
Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:40:31 WIB

MEDIALOKAL.CO — Presiden Prabowo Subianto menargetkan sekitar 700 badan usaha milik negara ditutup atau dilebur hingga Desember mendatang. Sebanyak 364 BUMN disebut sudah dikonsolidasikan dan ditutup sampai Rabu malam. Langkah ini menyasar perusahaan pelat merah yang terus merugi dan membebani keuangan negara.

Target itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta Utara, Kamis kemarin. Ia menegaskan efisiensi menjadi alasan utama di balik pemangkasan tersebut.

"Kita bertekad sekarang untuk efisiensi dari 1.000 BUMN, 1.074, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining, kita sudah kurang lebih 364 sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang sasaran kita 700 akan kita tutup," ujar Prabowo.

Tak Ada Tongkat Ajaib

Prabowo mengakui pembenahan struktur BUMN tidak bisa dilakukan seketika. Prosesnya bertahap dan menuntut kerja keras, terutama karena menyangkut perusahaan yang selama ini menopang berbagai layanan publik.

"Pengalihan ini, perbaikan ini tidak bisa seketika. Kita tidak punya tongkat ajaib, kita tidak punya tongkat nabi Musa atau nabi Sulaiman. Tapi kita sudah buktikan dalam dua tahun kita bekerja, sudah kita buktikan BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup," terangnya.

Menurut Prabowo, pemerintah sudah membuktikan konsistensi kebijakan ini dalam dua tahun terakhir. Perusahaan pelat merah yang terus merugi menjadi sasaran utama penutupan.

Laporan Keuangan Palsu Jadi Sasaran

Pemerintah tidak hanya menyasar BUMN yang tidak efisien dan merugi. Prabowo menegaskan perusahaan yang terbukti memanipulasi laporan keuangan juga akan ditutup.

"Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat," pungkasnya.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa audit dan pengawasan keuangan BUMN akan diperketat. Perusahaan yang laporannya tidak mencerminkan kondisi sebenarnya berisiko masuk daftar konsolidasi.

Dampak ke Kinerja BUMN

Penutupan dan peleburan ratusan BUMN mengubah peta industri perusahaan pelat merah. Perusahaan yang tetap beroperasi diarahkan fokus pada sektor yang menghasilkan penerimaan bagi negara, bukan sekadar menambah jumlah entitas.

Bagi masyarakat, kebijakan ini berpotensi memangkas beban anggaran negara yang selama ini tersedot untuk menyokong perusahaan rugi. Namun prosesnya perlu pengawasan agar layanan publik yang dikelola BUMN tidak terganggu.

Dengan sisa waktu hingga Desember, pemerintah masih harus menutup atau melebur sekitar 336 BUMN lagi untuk mencapai target 700 perusahaan. Kecepatan realisasi itu akan menjadi ujian pertama efektivitas perampingan BUMN di era pemerintahan Prabowo.

Reporter: Ragil