Keritang – Sabtu (2/5/2026) pukul 08.45 WIB, embun masih menggantung di Desa Petalongan. Kopda Bambang Widiarso sudah menyalakan sepeda motor. Babinsa Koramil 09/Kemuning itu memulai patroli karhutla. Menyusuri batas desa, menatap lahan, memastikan Inhil tak disusupi asap. Karena baginya, Sabtu bukan hari libur untuk waspada.
“Pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2026 pukul 08.45 Wib Babinsa Koramil 09/Kmg, Kopda Bambang Widiarso melaksanakan patroli di wilayah Desa Petalongan Kec. Keritang Kab. Inhil.” Laporan ke Dandim 0314/Inhil itu jadi bukti. Bahwa menjaga langit biru Inhil tak kenal tanggal merah.
Kopda Bambang tak sendiri. Dua warga ikut. “Personil gabungan yang dikerahkan TNI 1 orang dan Masyarakat 2 orang. Alkap: SPM 2 unit.” Tiga orang, dua motor, satu tekad. Mereka menyisir semak, kebun, dan batas lahan. Mata awas mencari titik panas. Hidung waspada mengendus bau hangus. Karena satu percik bisa jadi bencana.
Titik koordinat S 0°45'16" 102°45'22"E dicatat rapi. Setiap jengkal Petalongan dipastikan. Bagi Kopda Bambang, patroli bukan sekadar keliling. “Patroli ini kami lakukan rutin agar masyarakat tenang. Kalau ada yang buka lahan, kita ingatkan jangan dibakar. Asap sekecil apapun harus kita cegah dari awal,” ujar Kopda Bambang Widiarso. Suaranya tegas, tapi penuh kepedulian.
Hampir tiga jam menyisir. Pukul 11.30 WIB, hasil melegakan. “Untuk hasil tidak ditemukan titik api dan asap.” Kabar yang ingin didengar seluruh Inhil. Langit Desa Petalongan Sabtu itu bersih. Udara segar. Anak-anak bisa bermain tanpa masker. Petani bisa bernapas lega menggarap lahan.
“Situasi: Aman dan terkendali,” tulisnya dalam laporan. Aman karena dijaga. Terkendali karena semua peduli. Dan itu tak lahir dari kerja sendiri. “Kami libatkan masyarakat karena lahan ini milik kita bersama. Menjaga dari karhutla bukan tugas TNI saja. Kalau warga ikut awasi, Inhil pasti aman,” tambah Kopda Bambang. Di Keritang, cegah api adalah tanggung jawab bersama.
Patroli selesai. SPM diparkir. Tapi mata Babinsa tak ikut istirahat. Sebab kemarau bisa datang tanpa aba-aba. Angin bisa membawa bara ke mana saja. Dan selama Kopda Bambang Widiarso masih mau menyusuri Desa Petalongan, Inhil punya harapan: sawah tetap hijau, paru-paru tetap sehat.
Dari Kecamatan Keritang, pesan itu sederhana dan kuat. Karhutla dilawan sebelum ada api. Dengan patroli. Dengan sosialisasi. Dengan TNI dan rakyat yang berjalan seiring. Karena menjaga tanah, air, dan udara adalah cara kita menjaga anak cucu.(*)