Kemuning – Saat jarum jam beranjak malam, lampu biru menyala pelan. Polsek Kemuning memulai Patroli Blue Light. Aiptu Mahmud Alhusori Nasution, S.H. memimpin. Bersama anggota piket, ia menyusuri gelap. Bukan untuk menakut-nakuti. Tapi untuk memastikan Kemuning tidur dengan tenang.
“Dengan menggunakan kendaraan roda empat double cab Polsek Kemuning melalui rute Kelurahan Selensen, Desa Batu Ampar, Jalan Penunjang serta pertokoan maupun obyek vital lainnya.” Rute itu bukan sekadar jalan. Ia nadi ekonomi. Ia tempat warga mencari nafkah. Dan malam ini, ia dijaga.
Patroli bukan hanya soal lewat. Anggota turun. Menyapa. Mendengar. “Selama kegiatan Patroli, anggota Polsek Kemuning tidak hanya melakukan pemantauan atau monitoring kegiatan masyarakat, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk memberikan himbauan kamtibmas.” Karena keamanan lahir dari obrolan. Dari tegur sapa yang hangat di pinggir jalan.
Aiptu Mahmud bicara apa yang mereka cegah. “Kehadiran Kami dalam masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan potensi gangguan kamtibmas dalam masyarakat seperti minuman keras, aksi balap liar dan tindak pidana lainnya,” ujarnya. Miras yang memicu ribut. Balap liar yang merenggut nyawa. Semua harus dihentikan sebelum terjadi.
Ia tak bekerja sendiri. “Disamping itu kami juga melaksanakan koordinasi dengan pengamanan swakarsa pada Obyek Vital Nasional untuk terus selalu memberikan informasi kepada Polsek Kemuning jika terdapat potensi gangguan kamtibmas, Pemantauan kegiatan masyarakat pada fasilitas umum termasuk area pertokoan.” Satpam, penjaga toko, warga ronda. Semua diajak jadi mata dan telinga. Karena polisi tak bisa ada di semua sudut. Tapi kepedulian bisa.
Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, S.H., M.H. menegaskan, patroli hanya satu cara. “Kami tidak hanya melalui kegiatan Patroli Dialogis namun melalui kegiatan sambang oleh personel Bhabinkamtibmas diharapkan masyarakat lebih peduli akan situasi dilingkungan masing-masing,” ujarnya. Bhabinkamtibmas turun ke rumah. Ke warung. Ke ladang. Merawat rasa aman dari yang paling dekat.
Malam makin larut. Lampu biru masih berputar. Menyisir pertokoan yang sudah tutup. Memastikan obvitnas aman. Memastikan anak muda pulang, bukan kebut-kebutan. Karena bagi Polsek Kemuning, malam yang aman adalah hak setiap warga. Hak untuk tidur tanpa cemas.
“Jika mengalami kejadian darurat seperti gangguan kamtibmas dan atau membutuhkan kehadiran anggota Polri, masyarakat bisa langsung menghubungi Call Center 110 (bebas pulsa/gratis),” tutup Kapolsek. Satu nomor. Untuk ribuan rasa aman.
Dari Kemuning, pesan itu jelas. Polisi tak hanya datang saat ada masalah. Mereka hadir sebelum masalah datang. Dengan lampu biru yang berputar. Dengan sapa yang menenangkan. Dengan janji: kami jaga malam kalian, agar pagi kalian damai.(*)