Sungai Batang – Minggu (3/5/2026) pukul 09.00 WIB, Serka Yadi Yanto melangkah ke Desa Pandan Sari. Babinsa Koramil 07/Reteh itu datang tanpa seremoni. Ia duduk bersama warga. Komsos jadi caranya merawat Indonesia dari desa. Karena bagi Serka Yadi, kekuatan TNI lahir dari obrolan yang hangat di teras rumah warga.
“Komsos merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Babinsa sebagai aparat teritorial untuk berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan warganya sehingga tercipta hubungan yang baik antara TNI dan rakyat.” Laporan ke Dandim 0314/Inhil itu mengingatkan: sebelum menjaga perbatasan, Babinsa harus lebih dulu menjaga hati rakyat.
Di Pandan Sari, Serka Yadi tak banyak ceramah. Ia lebih banyak mendengar. Mendengar keluh kesah petani. Mendengar cerita ibu-ibu. Mendengar harapan anak muda. “Dalam kegiatan komsos ini Babinsa Serka Yadi Yanto mengajak masyarakat agar selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan sehingga selalu terjaga silahturahmi yang baik antar sesama butuh dan warga lainnya,” ujarnya.
Kekompakan jadi kata kunci. Karena desa yang kompak tak mudah dipecah. “Selain itu, kita harus tetap menjaga kamtibmas untuk mencegah tindakan kriminalitas dengan selalu menjaga komunikasi antar sesama sehingga keamanan selalu di rasakan di tengah-tengah warga sekitar,” tambah Serka Yadi Yanto. Baginya, keamanan bukan datang dari senjata. Ia datang dari tetangga yang saling kenal. Dari warga yang saling peduli.
Komsos pagi itu mengalir cair. Ada tawa. Ada tukar informasi. Ada pesan-pesan kecil yang menguatkan. “Komsos untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan warga binaannya sekaligus untuk saling tukar informasi.” Dari info harga pupuk, jadwal ronda, sampai kabar anak rantau. Semua dibahas. Karena Babinsa bukan orang asing. Ia bagian dari keluarga besar Pandan Sari.
Satu jam lebih, obrolan itu menghangatkan. Tak ada sekat pangkat. Tak ada jarak seragam. Yang ada hanya satu rasa: kita sama-sama ingin Sungai Batang aman, rukun, dan maju. Dan itu dimulai dari silaturahmi yang dijaga.
“Selama kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan tertib.” Aman karena semua merasa didengar. Tertib karena semua merasa dihargai. Dan Pandan Sari Minggu itu pulang membawa bekal paling mahal: rasa memiliki. Rasa bahwa TNI dan rakyat tak terpisahkan.
Dari Kecamatan Sungai Batang, pesan Serka Yadi jelas. Kamtibmas dijaga bukan dengan patroli saja. Tapi dengan komunikasi. Dengan kekompakan. Dengan silaturahmi yang dirawat tiap hari. Dan selama Serka Yadi Yanto masih mau duduk melingkar dengan warga, Inhil punya alasan untuk percaya: Indonesia kuat karena TNI dan rakyatnya tak pernah berjarak.(*)