Menjaga Nadi Ekonomi Warga: Polsek Kemuning, Koordinasi dengan SPBU Demi Distribusi BBM yang Jujur


Senin, 04 Mei 2026 - 10:27:06 WIB
Menjaga Nadi Ekonomi Warga: Polsek Kemuning, Koordinasi dengan SPBU Demi Distribusi BBM yang Jujur

Kemuning – Minggu (3/5/2026) pukul 09.30 WIB, dua SPBU di Kecamatan Kemuning jadi titik waspada. Polsek Kemuning turun langsung. Bukan untuk menilang, tapi untuk memastikan. Memastikan seliter Pertalite sampai ke petani, seliter Solar sampai ke nelayan, tanpa antre mengular, tanpa ada yang main curang.

Di SPBU No. 14292645 Jalan Lintas Timur Kelurahan Selensen, AIPDA Rustam dan AIPDA Fuadi Armychan berjaga. Di SPBU No. 13.292.602 Desa Keritang, AIPTU Himawan Pualam bersama BRIPDA Rico Ambarita memantau. “Melakukan koordinasi dengan Pengawas dan Security SPBU guna mengetahui stock dan pendistribusian BBM saat ini,” begitu langkah pertama. Karena menjaga BBM berarti menjaga nadi warga.

Angka stok dicatat rinci. Di Selensen: Pertalite 3.307 liter harga Rp10.000, Pertamax 92 ada 2.042 liter Rp12.900, Dexlite 2.042 liter Rp24.650, Bio Solar 26.774 liter Rp6.800, Pertamax Turbo 20.250 liter Rp20.250, Pertamina Dex 15.067 liter Rp24.950. Di Keritang: Pertalite 4.000 liter, Dexlite 4.454 liter, Bio Solar 27.423 liter, Pertamax Turbo 4.833 liter. Pertamax 92 dan Pertamina Dex tercatat nihil.

“Monitoring dan pengawasan terhadap antrian masyarakat dan Kendaraan yang melakukan pengisian BBM di SPBU.” Mata anggota Polsek tak lepas dari deretan kendaraan. Tangan mencatat. Mulut menyapa. “Memastikan distribusi BBM lancar dan mencegah tidak terjadi antrian panjang di SPBU.” Sebab antrean panjang bukan sekadar macet. Ia bisa jadi cemas. Bisa jadi ribut. Bisa jadi celah untuk penimbunan.

Hasilnya menenangkan. “Saat ini tidak ditemukan antrian panjang maupun aksi pembelian berlebihan (panic buying) di 3 (tiga) SPBU Tersebut.” Pompa berjalan normal. Warga isi BBM dengan tenang. Petani pulang bawa solar untuk traktor. Emak-emak pulang bawa Pertalite untuk antar anak sekolah. Tak ada wajah panik di depan selang.

Pesan tegas juga disampaikan. “Menyampaikan kepada pemilik/pengurus SPBU agar tidak ada yg melakukan penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.” Karena subsidi adalah hak rakyat. Hak untuk hidup lebih ringan. Hak yang tak boleh diselewengkan oleh segelintir orang yang cari untung di atas susah orang lain.

Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, S.H., M.H. menegaskan komitmen jajarannya. “Kegiatan pengamanan dan monitoring ini kita lakukan rutin untuk menjamin distribusi BBM tepat sasaran. Kami hadir agar masyarakat merasa aman, tidak ada kelangkaan, dan tidak ada praktik penimbunan. BBM subsidi harus benar-benar dinikmati oleh yang berhak,” ujar Kompol Simanungkalit. Suaranya pelan, tapi penuh penekanan: polisi ada untuk menjaga yang lemah.

“Giat pengamanan dan monitoring BBM di wilayah kec Kemuning sampai dengan saat ini masih berlansung situasi terdapat dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.” Kalimat penutup laporan itu jadi kabar baik untuk seluruh Inhil. Bahwa Minggu pagi di Kemuning, warga bisa isi BBM tanpa waswas. Bahwa negara hadir lewat seragam yang berdiri di samping pompa.

Dari Selensen hingga Keritang, pesannya sama. BBM boleh naik-turun harganya, tapi rasa aman di SPBU tak boleh hilang. Dan selama Polsek Kemuning masih turun ke lapangan, warga punya alasan untuk percaya: seliter demi seliter, hak rakyat akan dijaga.(*)