Reteh – Di Desa Sungai Terab, keamanan tak menunggu datang dari kantor. Ia dimulai dari teras rumah. Serda http://M.Taher paham itu. Babinsa Koramil 07/Reteh itu turun langsung. Bersama Bhabinkamtibmas dan warga, ia gelar pengawasan SDM. Bukan razia. Tapi jaga rasa. Jaga agar Sungai Terab tetap jadi kampung yang tidur nyenyak.
“Sebagai Babinsa menyampaikan kepada warga untuk selalu melaporkan hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggalnya masing-masing kepada RT/RW, aparat pemerintah dan keamanan TNI/Polri yang ada dekat tinggal warga masing-masing, guna terciptanya keamanan dan ketertiban di tengah warga.” Kalimat itu ia sampaikan pelan. Karena keamanan paling kuat lahir dari tetangga yang saling peduli.
Serda http://M.Taher tak banyak bicara soal senjata. Ia bicara soal mata dan telinga. “Babinsa terus menyampaikan kepada warga untuk selalu temu cepat dan lapor cepat ke aparat yang ada di desa, apabila menemukan hal-hal yang kurang baik terhadap warga.” Temu cepat. Lapor cepat. Dua kata yang bisa cegah satu kejadian. Bisa selamatkan satu nyawa.
Di Sungai Terab, ia ingatkan: ronda bukan tugas Bhabin saja. “Babinsa memberi tahu ke setiap warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di tengah warga.” Sebab kampung yang aman adalah kampung yang warganya tak abai. Yang melihat orang asing mencurigakan, tak diam. Yang dengar ribut tengah malam, tak tutup kuping.
Bersama Bhabinkamtibmas, Serda http://M.Taher menyusuri lorong. Menyapa ibu-ibu. Menyapa pemuda di warung. Pesannya sama: “Kalau ada yang aneh, jangan tunggu besok. Lapor. Kita ini dekat. TNI-Polri ada untuk kalian.” Suaranya teduh. Tak mengancam. Ia mengajak. Karena ia tahu, warga yang merasa didekati akan lebih berani bicara.
Dan warga Sungai Terab mendengar. Tak ada yang menutup pintu. Tak ada yang menghindar. Yang ada hanya anggukan. Hanya janji untuk lebih peka. Untuk lebih peduli. Karena mereka paham, keamanan bukan barang yang datang dari kota. Ia ditanam di kampung sendiri, disiram tiap hari dengan kepedulian.
“Selama kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan tertib.” Aman karena semua merasa dilibatkan. Tertib karena semua merasa dihargai. Dan Sungai Terab sore itu pulang membawa bekal paling mahal: rasa saling menjaga. Rasa bahwa rumah kita, tanggung jawab kita bersama.
Dari Kecamatan Reteh, pesan Serda http://M.Taher sederhana. Kamtibmas tak dijaga dengan peluru. Ia dijaga dengan lapor cepat. Dengan tetangga yang tak cuek. Dengan Babinsa yang mau duduk di balai desa, bukan hanya di koramil. Dan selama Serda http://M.Taher masih mau keliling Sungai Terab, Inhil punya alasan untuk tenang.
Karena kampung yang aman, lahir dari warga yang berani peduli. Dan tentara yang mau merunduk, mendengar detak jantung rakyatnya sendiri.(*)