Kuala Indragiri – Senin (4/5/2026) pukul 08.00 WIB, Lapangan Camat di Kelurahan Sapat tak lagi sepi. Merah putih berkibar di langit Kuala Indragiri. Barisan siswa SD, SMP, SMA berdiri tegak. Di depan mereka, jajaran Forkopimcam. Hari itu, semua berseragam beda, tapi satu tujuan: memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Upacara dipimpin Camat Kuala Indragiri Rahelmi, http://S.Pd., http://M.Si. sebagai Inspektur Upacara. Komandan Upacara Rony Effendi. Ajudan Irup Helman. Doa dipandu KUA Kecamatan Saat. Turut hadir Kapolsek Kuala Indragiri AKP Gunawan, Danramil 04/Kuala Indragiri Kapten Czi Jhon Kenedi, Lurah Sapat Maya, http://A.Md., personil Polsek, seluruh kepala sekolah, guru, dan murid se-Kecamatan Kuala Indragiri.
Susunan upacara berjalan tertib. Komandan memasuki lapangan. Inspektur naik mimbar. Penghormatan umum menggema. Laporan disampaikan. Bendera dikibarkan siswa-siswi penuh bangga. Mengheningkan cipta, teks Pancasila, dan Pembukaan UUD 1945 dibacakan lantang. Semua khidmat. Karena Hardiknas bukan sekadar tanggal merah. Ia pengingat: bangsa ini merdeka karena ruang kelas.
Amanat pembina upacara disampaikan. Aubade mengalun. Doa dipanjatkan. Laporan penutup dan penghormatan terakhir menutup rangkaian. “Selama Upacara berlangsung berjalan dengan lancar dan tertib, situasi aman dan kondusif.” Aman karena semua menjaga. Kondusif karena semua sepakat: pendidikan adalah urusan bersama.
Danramil 04/Kuala Indragiri Kapten Czi Jhon Kenedi menegaskan makna kehadiran TNI di upacara itu. “Kami dari Koramil 04/Kuala Indragiri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan. Kami hadir karena percaya, keamanan sejati lahir dari sekolah yang maju. Anak-anak yang cerdas, guru yang sejahtera, itu benteng terbaik bangsa,” ujar Kapten Jhon Kenedi. Suaranya tegas, tapi hangat. Seperti seorang kakak pada adiknya.
Ia menambahkan, sinergi TNI dengan dunia pendidikan harus terus dirawat. “Hardiknas ini momentum. Mari kita jaga semangat Ki Hajar Dewantara. TNI siap dukung program pendidikan di Kuala Indragiri. Dari wawasan kebangsaan, disiplin, sampai membantu sekolah yang butuh uluran tangan. Karena kalau anak Inhil pintar, Inhil pasti kuat,” tegasnya.
Pukul bergeser. Upacara usai. Inspektur dan tamu undangan meninggalkan lapangan. Peserta bubar dengan tertib. Tapi pesan Hardiknas tak ikut bubar. Ia tinggal di dada para guru. Di langkah Kapolsek dan Danramil yang berdiri sejajar dengan kepala sekolah. Di senyum murid yang hari ini tahu: mereka penting bagi bangsa.
Dari Kelurahan Sapat, Kuala Indragiri mengirim kabar baik. Bahwa TNI, Polri, Camat, guru, dan siswa bisa satu barisan. Barisan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan selama semangat itu dijaga, Hardiknas tak akan pernah sekadar upacara.(*)