Selasa Pagi di Pulau Kijang: Serka Maihasan Kawal Penyaluran MBG, Pastikan Gizi Anak Reteh Terjaga


Selasa, 05 Mei 2026 - 13:20:11 WIB
Selasa Pagi di Pulau Kijang: Serka Maihasan Kawal Penyaluran MBG, Pastikan Gizi Anak Reteh Terjaga

Reteh – Selasa (6/5/2026) pukul 09.00 WIB, Aula Kelurahan Pulau Kijang tak lagi sepi. Kotak-kotak makan bergizi berjejer rapi. Anak-anak berseragam datang dengan mata berbinar. Di antara mereka, Serka Maihasan berdiri tegak. Babinsa Koramil 07/Reteh Kodim 0314/Inhil itu pagi ini turun bukan untuk patroli. Tapi untuk mengawal masa depan.

“Pada hari Selasa 6 Mei 2026, pukul 09.00 Wib melaksanakan Was MBG dikel pulau kijang Kec. Reteh Kab. Inhil, babinsa melaksabakan pemantauan dan pendistribusian penyaluran MBG dikel http://p.kjg kec Reteh.” Laporan bidang Teritorial Kodim 0314/Inhil itu singkat. Tapi di lapangan, maknanya panjang. Karena MBG bukan sekadar makan. Ia ikhtiar agar anak Inhil tak lapar, tak kurang gizi, tak kalah sebelum bertanding.

Serka Maihasan berjalan dari meja ke meja. Memastikan setiap paket sampai ke tangan yang berhak. Memastikan lauknya lengkap. Sayurnya ada. Susunya tak kurang. “Kami hadir untuk pastikan program Makan Bergizi Gratis ini tepat sasaran. Jangan ada yang tercecer. Jangan ada yang terlewat. Karena satu kotak ini bisa jadi penentu semangat belajar anak-anak kita hari ini,” ujar Serka Maihasan. Matanya awas. Tapi suaranya hangat.

Ia berbincang dengan ibu-ibu yang menunggu. Dengan guru yang mendampingi. Dengan petugas dapur yang menyiapkan. “Tugas kami di Koramil bukan hanya jaga keamanan. Kami juga jaga generasi. Kalau anak sehat, otaknya cerdas, badannya kuat, Inhil pasti kuat. MBG ini investasi. Dan kami kawal sampai tuntas,” tegasnya.

Di Pulau Kijang, Serka Maihasan tahu persis beratnya hidup sebagian warga. Ada yang berangkat sekolah tanpa sarapan. Ada yang pulang hanya makan nasi dan garam. Maka ketika MBG datang, ia tak mau ada yang main-main. “Saya bilang ke petugas, jangan kurangi porsi. Jangan tukar menu seenaknya. Ini hak anak. Ini amanah negara. Kalau kita khianati, kita berdosa ke generasi,” katanya pelan.

Pukul bergeser. Paket demi paket habis terbagi. Senyum anak-anak jadi bayaran paling mahal. “Dokumentasi terlampir.” Foto-foto itu nanti dikirim ke Kodim. Tapi yang tak bisa difoto adalah rasa lega seorang Babinsa yang melihat anak asuhnya makan dengan lahap. Yang melihat cemas di wajah ibu berubah jadi tenang.

Bagi Serka Maihasan, pengawasan MBG adalah bagian dari bela negara. “Musuh kita bukan hanya yang bawa senjata. Musuh kita juga gizi buruk. Stunting. Anak yang putus sekolah karena lapar. Kalau itu bisa kita cegah dengan mengawal MBG, maka itu jihad kami di sini,” ucapnya.

Senin di Pulau Kijang menutup dengan kotak kosong dan perut yang kenyang. Tapi tugas belum selesai. Besok, Serka Maihasan akan kembali datang. Memastikan lagi. Mengawal lagi. Karena bagi seorang Babinsa, menjaga anak bangsa tak kenal hari libur. Dan selama program ini berjalan, loreng akan selalu ada di samping piring makan mereka.(*)