Sukses Program Zero Stunting Pemko Pekanbaru Dapat Reward Rp2 Miliar


Selasa, 05 Mei 2026 - 22:59:33 WIB
Sukses Program Zero Stunting Pemko Pekanbaru Dapat Reward Rp2 Miliar Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho.

PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO – Sejak kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho sudah melahirkan banyak program yang berpihak pada masyarakat dan kesejahteraan Pekanbaru secara umum. Salah satunya Program Zero Stunting yang baru-baru ini mendapat apresiasi bahkan reward dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sebesar Rp2 miliar.  

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan terganggunya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang panjang, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting tidak hanya terlihat pada tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen untuk menekan bahkan menghilangkan kasus stunting melalui program zero stunting dengan berbagai upaya yang terencana dan terpadu.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah pendataan dan identifikasi kasus secara aktif. Pemerintah kota melakukan penyisiran langsung ke rumah-rumah warga untuk menemukan anak-anak yang mengalami atau berisiko stunting. Kegiatan ini melibatkan kader posyandu, tenaga kesehatan, serta aparat kelurahan hingga tingkat rukun tetangga. Melalui pendataan yang akurat dan menyeluruh, pemerintah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga intervensi yang diberikan menjadi tepat sasaran dan efektif.

Setelah data diperoleh, langkah berikutnya adalah memberikan intervensi gizi secara langsung kepada anak-anak yang membutuhkan. Pemerintah Kota Pekanbaru menyediakan makanan tambahan bergizi yang diberikan secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Makanan yang diberikan mengandung nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak. Program ini bertujuan untuk memperbaiki status gizi anak secara bertahap serta meningkatkan berat dan tinggi badan mereka sesuai dengan standar pertumbuhan.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program berbasis masyarakat yang dikenal dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, pejabat, dan berbagai pihak sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang mengalami atau berisiko stunting. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pemberian asupan protein melalui program satu hari satu telur. Dengan adanya program ini, diharapkan kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi masyarakat. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat dukungan terhadap program zero stunting, baik dari segi pendanaan maupun penyediaan bantuan. Melalui kerja sama tersebut, jangkauan program menjadi lebih luas dan pelaksanaannya dapat berjalan secara berkelanjutan.

Upaya pencegahan juga menjadi fokus penting dalam program ini. Pemerintah tidak hanya menangani anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga melakukan intervensi sejak dini, bahkan sebelum anak dilahirkan. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dan ibu hamil, edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin, serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin. Selain itu, bayi dan balita juga mendapatkan imunisasi lengkap serta makanan tambahan guna memastikan pertumbuhan yang optimal sejak usia dini.

Dalam beberapa berita di media disebutkan bahwa Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menorehkan prestasi di tingkat nasional. atas keberhasilannya menanggulangi kemiskinan dan menekan angka stunting di Kota Pekanbaru.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Forum Akselerator Negeri, di Palembang, Sabtu 25 April 2026. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui program-program strategis yang berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan dan stunting.

menurut Walikota Agung Nugroho keberhasilan itu tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah daerah hingga masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama yang terus didorong secara berkelanjutan.

"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui program zero stunting. Program ini menjadi fokus utama kami dalam memastikan tidak ada lagi kasus stunting di Pekanbaru," ujarnya.

Langkah tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Selain itu, intervensi yang dilakukan secara langsung di tingkat masyarakat juga mampu mempercepat penanganan kasus yang ditemukan.

Tidak hanya itu, upaya penanggulangan kemiskinan juga dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan akses terhadap layanan dasar. Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya memastikan bahwa bantuan dan program yang disalurkan tepat sasaran serta mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Selain menerima penghargaan, Agung Nugroho juga memperoleh dana apresiasi dari Kemendagri sebesar Rp2 miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk memperkuat dan melanjutkan program zero stunting di Pekanbaru.

"Dana ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung keberlanjutan program zero stunting, agar hasil yang telah dicapai bisa terus ditingkatkan," katanya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru untuk terus bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, capaian ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.(adv)