Babinsa Koramil 09/Kemuning Sertu Ramadhan Kawal Gizi Anak Inhil Tanpa Kompromi


Rabu, 06 Mei 2026 - 13:04:58 WIB
Babinsa Koramil 09/Kemuning Sertu Ramadhan Kawal Gizi Anak Inhil Tanpa Kompromi

Kemuning – Rabu (6/5/2026), dapur SPPG Kemuning Tua Yayasan Bakti Anak Inhil sudah mengepul sejak subuh. Nasi putih, ayam goreng cabe ijo, tahu goreng BK, lalapan timun, dan semangka. Menu basah itu bukan sekadar makanan. Ia amunisi. Untuk 536 siswa dan 45 guru di tiga desa: Lubuk Besar, Limau Manis, Talang Jangkang.

“Menu Basah: Karbohidrat Nasi Putih, Protein Hewan Ayam Goreng Cabe ijo, Protein Nabati Tahu Goreng BK, Serat Lalapan Timun, Buah Semangka.” Sertu Ramadhan, Babinsa Koramil 09 Kemuning, berdiri mengawasi. Tak ada yang boleh kurang. Tak ada yang boleh telat. Karena satu piring MBG yang tak sampai, berarti satu anak Inhil lapar di kelas.

Sasaran pertama Desa Lubuk Besar. SMPN 07 Kemuning: 74 siswa, 13 pendidik. SDN 003: 162 siswa, 12 pendidik. Sertu Ramadhan cek kotak satu per satu. “Ini hak anak. Ini amanah negara. Jangan main-main,” tegasnya. Matanya awas. Tangannya ikut angkat. Loreng turun bukan untuk perintah. Tapi untuk pastikan.

Sasaran kedua Desa Limau Manis. SDN 015: 175 siswa, 10 pendidik. Paket tiba sebelum jam istirahat. Guru tersenyum. Murid berebut cuci tangan. Aroma ayam cabe ijo bikin semangat belajar naik. Di sini, MBG bukan program. Ia alasan anak datang sekolah dengan perut tenang. Ia alasan orang tua tak lagi takut anaknya pingsan karena lapar.

Sasaran ketiga Desa Talang Jangkang. SDN 016: 125 siswa, 10 pendidik. Total penerima manfaat hari itu: 581 jiwa. “TOTAL SISWA: 536, GURU: 45, TOTAL PENERIMA MANFAAT: 581.” Angka itu bukan statistik. Itu 581 harapan. 581 masa depan Inhil yang dijaga dari stunting, dari gizi buruk, dari kalah sebelum bertanding.

“Permasalahan Menonjol: -.” Satu strip. Satu kata. Tapi artinya besar. Artinya distribusi lancar. Artinya tak ada kotak tercecer. Artinya tak ada anak yang menunduk karena tak kebagian. Dan itu terjadi karena ada yang mengawal dari dapur sampai kelas. Ada Sertu Ramadhan yang tak mau kecolongan.

“Dokumentasi: Terlampir.” Foto-foto akan sampai ke Danrem 031/WB, ke Paban II/Puanter, ke Kasrem, ke Aster Kasdam XIX/TT, ke Para Kasi. Tapi yang tak bisa difoto adalah lega di wajah guru. Adalah lahap di mulut murid. Adalah tenang di hati orang tua yang tahu anaknya makan layak hari ini.

Sertu Ramadhan tak banyak bicara. Tapi langkahnya tegas. “MBG ini perang. Perang lawan lapar. Perang lawan bodoh karena kurang gizi. Kalau kita kalah di piring makan, kita kalah di masa depan. Jadi saya kawal. Setiap butir nasi. Setiap potong ayam. Sampai ke tangan anak,” ucapnya.

Dari Desa Lubuk Besar, Limau Manis, Talang Jangkang, Rabu ini mengirim pesan ke Pekanbaru: program jalan, anak kenyang, Inhil terjaga. Dan selama Sertu Ramadhan masih berdiri di SPPG Kemuning Tua, maka 581 piring itu akan terus terisi. Tepat waktu. Tepat sasaran. Tanpa kompromi.(*)