Jumat di Pulau Kecil: Sertu Benri Ajak Warga Gotong Royong, Jaga Kebersihan demi Sehat Bersama


Jumat, 08 Mei 2026 - 12:31:31 WIB
Jumat di Pulau Kecil: Sertu Benri Ajak Warga Gotong Royong, Jaga Kebersihan demi Sehat Bersama

Reteh – Jumat (8/5/2026), langkah Sertu Benri menyusuri jalan Desa Pulau Kecil. Babinsa Koramil 07/Reteh itu tak datang inspeksi. Ia datang mengajak. Mengajak warga sapu halaman. Mengajak buang sampah pada tempatnya. Mengajak hidup bersih, hidup sehat. Karena bagi dia, kebersihan bukan urusan satu rumah. Ia urusan satu kampung.

“Babinsa Koramil 07/Reteh Sertu Benri melaksanakan pengawasan SDM dan komsos Jumat 8 mei 2026 bersama warga di Ds pulau kecil.” Laporan itu formal. Tapi di lapangan, Sertu Benri lebih banyak pegang sapu daripada pulpen. Ia kumpul bersama warga. Ia tunjuk selokan yang mampet. Ia ingatkan pekarangan yang mulai semak.

“Selaku Babinsa selalu menyampaikan ke setiap warga untuk selalu kebersihan dan kesehatan di tengah masyarakat, guna untuk terciptanya kebersihan dan kesehatan warga harus bersama dan kompak untuk melaksanakan pembersihan baik di rumah sendiri maupun untuk kebersamaan di tengah masyarakat.” Pesan itu ia ulang. Bukan karena warga lupa. Tapi karena penyakit tak pernah libur. DBD, diare, gatal-gatal, semua datang kalau lingkungan kotor.

“Hal ini harus selalu tercipta di setiap warga, dengan cara tetap bersama dan kompak demi kebersihan dan kesehatan untuk semua masyarakat.” Sertu Benri paham, satu rumah bersih tak cukup kalau got depan rumah tetangga jadi sarang nyamuk. Satu KK sehat tak cukup kalau sampah dibuang ke sungai. Maka gotong royong jadi kunci. Kompak jadi obat.

“Sebagai Babinsa terus menyampaikan ke warga untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan khususnya di lingkungan sendiri dan warga yang lain nya.” Di Pulau Kecil, Jumat itu jadi Jumat Bersih. Emak-emak bawa sapu. Bapak-bapak angkat cangkul. Anak muda kumpulkan plastik. Sertu Benri di tengah mereka. Tak memerintah. Tapi memberi contoh.

“Babinsa memberi tau ke setiap warga untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah masyarakat.” Ia berhenti di depan rumah yang halamannya rindang tapi bersih. “Ini contoh. Tak perlu mewah. Yang penting terawat. Kalau rumah bersih, hati tenang. Kalau kampung bersih, penyakit segan datang,” ujar Sertu Benri.

“Selama kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan tertib. Dokumentasi terlampir.” Aman karena semua kerja ikhlas. Tertib karena semua tahu tujuan: sehat. Tak ada yang merasa disuruh. Yang ada hanya merasa diajak. Diajak peduli. Diajak kompak.

Sertu Benri berdiri di ujung jalan desa. Keringat di dahi, senyum di wajah. “Saya bilang ke warga, jangan tunggu sakit baru bersih-bersih. Jangan tunggu banjir baru korek parit. Kebersihan itu dijaga tiap hari. Kesehatan itu dirawat tiap waktu. Saya sendiri tak bisa bersih-bersih Pulau Kecil. Tapi kalau kita semua gerak, satu sapu satu rumah, kampung kita sehat. Anak kita tak gampang sakit. Itu tujuan saya sebagai Babinsa,” tegasnya.

Dari Desa Pulau Kecil, Jumat siang mengirim kabar ke Tembilahan: komsos jalan, gotong royong hidup, warga kompak jaga kebersihan. Dan selama Sertu Benri masih mau turun dengan sapu, masih mau ingatkan dengan hati, maka Inhil punya harapan. Harapan bahwa sehat itu dimulai dari halaman sendiri. Dari kompak warga sekampung.(*)