Foto : AIPDA Rustam saat dilahan cabai Desa Talang Jangkang Kemuning – Pagi di Desa Talang Jangkang, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Inhil, disambut bau tanah basah dan daun cabai yang masih berkilau embun. Di tengah bedengan merah hijau, langkah AIPDA RUSTAM, SH terhenti. Bhabinkamtibmas Polsek Kemuning itu tidak datang dengan laporan. Ia datang dengan mata yang melihat, tangan yang bertanya, hati yang ingin tahu.
Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digelorakan hingga ke tingkat desa. Kali ini, AIPDA RUSTAM,SH turun langsung memantau perkembangan tanaman cabai milik Ibu Katemi. Ia menyusuri pematang. Ia menyentuh daun. Ia menghitung bunga yang mulai mekar. Karena bagi AIPDA Rustam, ketahanan pangan bukan angka di kertas. Ia adalah cabai yang tumbuh. Ia adalah harapan yang dipetik.
Kegiatan pemantauan ini bukan sekadar rutinitas. Ini bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan ketersediaan bahan pangan, tanaman cabai menjadi salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam stabilitas harga pasar. Satu batang cabai bisa menahan laju inflasi. Satu ladang bisa menjaga dapur tetap mengepul.
Dalam sambangnya, AIPDA RUSTAM,SH berdialog langsung dengan para petani untuk mengetahui kondisi terkini tanaman cabai yang tengah dibudidayakan. Ia bertanya tentang air. Tentang pupuk. Tentang hama yang mulai menyerang daun. Ia mendengar keluh. Ia mendengar semangat. Ia mencatat apa yang bisa dibantu. “Pendampingan ini penting agar petani merasa didukung, sekaligus memastikan bahwa proses budidaya berjalan baik sehingga mampu meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
Ia memberi motivasi agar petani tetap konsisten dalam melakukan perawatan, mulai dari pengairan, pemupukan hingga pengendalian hama, guna memastikan hasil panen yang optimal. “Ibu Katemi, cabai ini bukan hanya untuk dijual. Ini untuk anak cucu kita. Kalau kita rawat, ia akan rawat kita. Kalau kita telaten, ia akan balas dengan hasil. Jangan biarkan hama menang. Jangan biarkan semangat padam,” kata AIPDA Rustam sambil menyingkirkan daun yang mulai kuning.
Di Talang Jangkang, loreng tidak asing dengan lumpur. Bhabinkamtibmas tidak hanya jaga malam. Ia jaga ladang. Ia jaga harga. Ia jaga agar harga cabai tidak lagi membuat ibu-ibu mengeluh di pasar. Ia jaga agar petani tidak merasa sendiri. Karena ketahanan pangan adalah kerja bersama. Kerja negara. Kerja rakyat. Kerja polisi yang mau turun ke bedengan.
Langkah aktif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain, bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk aparat kepolisian. Dengan kolaborasi yang kuat, cita-cita mewujudkan kemandirian pangan di daerah pun semakin nyata. Di Talang Jangkang, kolaborasi itu terlihat dari tangan AIPDA Rustam yang menggenggam daun cabai, bukan borgol.
Dari ladang Ibu Katemi, pesan itu menyebar ke Kemuning. Polri hadir bukan hanya untuk keamanan. Polri hadir untuk kesejahteraan. Polri hadir untuk memastikan bahwa tanah tidak tidur. Polri hadir untuk memastikan bahwa perut rakyat tidak kosong. Dan selama AIPDA Rustam masih mau menunduk di antara batang cabai, maka kemandirian pangan Inhil akan terus tumbuh.
Sementara itu, Babinsa Koramil 04/Kuindra yang wilayahnya berbatasan dengan Talang Jangkang juga menyampaikan dukungan. “Ketahanan pangan itu kerja kita semua. Babinsa, Bhabinkamtibmas, petani, pemerintah, semua harus satu barisan. Kalau cabai tumbuh subur, harga stabil, masyarakat tenang. Kami di Koramil siap bantu kapan saja. Tanah Inhil subur. Jangan biarkan kosong. Mari kita isi dengan tanaman, kita isi dengan harapan,” ujar Babinsa setempat.