KUINDRA - Di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Rabu pagi itu Kampung Pancasila kembali hidup lewat obrolan antara Babinsa dan warga. Nilai kebangsaan tidak hanya dibahas, tapi diingatkan agar tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Babinsa Koramil 04/Kuindra, Praka M. Adzan Niko, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial di Kampung Pancasila, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Inhil, pada Rabu, 13 Mei 2026 pukul 10.50 WIB. Komsos ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Praka Adzan Niko menghimbau kepada masyarakat bahwa setiap warga negara Indonesia berkewajiban dan mempunyai hak yang sama dalam membela negaranya. “Bela negara bukan hanya tugas TNI. Kalau kampung aman, kalau warga rukun, itu juga bentuk bela negara yang nyata,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga untuk menanamkan jiwa patriot, cinta tanah air, dan semangat bela negara. Menurutnya, rasa cinta kepada Indonesia harus dimulai dari hal kecil di lingkungan sekitar. “Kalau kita cinta kampung ini, kita pasti jaga kebersihan, jaga keamanan, jaga kerukunan,” katanya.
Babinsa menekankan bahwa saling bertoleransi merupakan cerminan sikap dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. “Beragama, berbangsa, dan bertanah air sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Kalau toleransi jalan, maka perbedaan tidak akan memecah kita,” ungkapnya. Ia ingin Sapat menjadi contoh desa yang rukun.
Dalam pertemuan tersebut, Praka Adzan Niko juga mengajak warga untuk selalu menjaga keamanan dan ketentraman di sekitar kampung. “Keamanan itu tanggung jawab bersama. Kalau ada hal mencurigakan, segera laporkan. Jangan dibiarkan, karena sekecil apa pun bisa jadi besar,” pesannya.
Babinsa menyampaikan bahwa kegiatan Komsos ini rutin dilaksanakan sebagai wadah silaturahmi dan tegur sapa sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat desa binaan. “Kami ingin warga merasa dekat dengan Babinsa. Kalau ada masalah, sampaikan. Kami siap membantu semampu kami,” ujarnya.
Praka Adzan Niko percaya, kampung yang kuat adalah kampung yang warganya saling menjaga. “Kalau kita saling tegur sapa, saling peduli, maka keamanan akan terjaga dengan sendirinya. Tidak perlu menunggu ada masalah baru kita bergerak,” katanya.
Ia berharap, nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi hafalan, tapi menjadi sikap hidup warga Sapat. “Pancasila itu ada di cara kita bicara, cara kita bertoleransi, cara kita membantu tetangga. Itu yang harus kita jaga,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung aman dan tertib. Di Kampung Pancasila, Praka Adzan Niko dan warga menutup pertemuan dengan satu komitmen: menjaga desa, menjaga bangsa, dimulai dari obrolan yang tulus dan kebersamaan yang terus dipelihara. (*)