PEKANBARU, Medialokal.co – Teror monyet liar yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus memantik keprihatinan berbagai pihak. Salah satu suara keprihatinan datang dari Ketua Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) Pekanbaru, Hj. Nurlia.
Nurlia mengaku sangat terpukul setiap kali menerima kabar dari kampung halamannya terkait serangan satwa liar tersebut. Rasa cemas itu semakin menjadi setelah mendengar jumlah korban terus bertambah.
"Sesak dada setiap kali mendapat telepon dari kampung halaman. Sampai tadi malam sudah 18 orang menjadi korban gigitan monyet. Melihat kiriman foto-foto korban dari sanak saudara di kampung, hati ini benar-benar miris," ungkap Nurlia, Rabu (5/8/2026).
Perempuan yang telah memasuki usia kepala enam itu menyebut, ini adalah pertama kalinya ia menyaksikan peristiwa monyet menyerang manusia secara brutal di daerahnya.
"Seumur hidup saya, baru kali ini melihat kejadian seperti ini. Dulu kami hidup berdampingan dengan monyet. Paling hanya mencuri makanan, lalu diusir dan lari. Tidak pernah sampai menyerang manusia seperti sekarang," ujarnya.
Bagi Nurlia, perubahan perilaku satwa tersebut menjadi tanda bahwa ada yang tidak seimbang dalam hubungan manusia dengan alam sekitar.
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
"Ini pengingat penting bahwa keseimbangan antara manusia dan alam harus dijaga. Kalau alam dirusak, pada akhirnya kita juga yang terkena dampaknya," kata Nurlia.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi teror monyet liar ini. Selain penanganan satwa, edukasi kepada masyarakat juga dinilai perlu agar warga tetap waspada namun tidak panik.
Sebagai Ketua KKIH Pekanbaru, Nurlia juga mengajak seluruh perantau asal Inhil untuk mendoakan agar situasi di kampung halaman segera kondusif. Ia menegaskan KKIH siap mendukung upaya apapun yang dilakukan untuk keselamatan warga Inhil.
Hingga saat ini, tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan Damkar masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap monyet liar yang meresahkan warga di sejumlah wilayah Tembilahan.(*)