Pilihan
Pedagang Kecil Tidak Mampu Bersaing Dengan Alfamart dan Indomaret di Inhu
MEDIALOKAL.CO - Ada beberapa catatan penting terhadap kegiatan pemerintah daerah tahun 2020 mendatang di Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau, diantaranya keberadaan pasar moderen Alfamart dan Indomaret dinilai mempengaruhi eksistiensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Inhu, dengan demikian seluruh kegiatan oprasional Alfamart dan Indomaret harus di tutup.
Demikian disampaikan fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Inhu Muhammad Syafaat, Jumat (15/11/2019) kemarin menyikapi pengantar nota keuangan pemerintah daerah tahun 2020. "Kita merekomendasikan seluruh izin dan kegiatan oprasional pasar moderen atas nama Alfamart dan Indomaret di tinjau ulang," kata juru bicara fraksi FKS DPRD Inhu, Muhammad Syafaat kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna.
Menurut politisi PKS Inhu itu, pedagang enceran yang ada di Kabupaten Inhu sangat mempengaruhi jumlah serapan pendapatan per-kapita dan jumlah pengangguran. "Pedagang enceran merugi, bahkan banyak warung-warung kecil yang gulung tikar dengan hadirnya pasar moderen alfamart dan Indomart di Inhu," kata Syafaat yang akrab dipanggil Bang Ustad ini.
Kehadiran pasar moderen Alfamart dan Indomaret di Inhu, memperlihatkan bahwa kapitalis sudah menjajah di Inhu, sebab berbanding terbalik dengan sistim perekonomian masyarakat Indonesia yang cendrung menganut pancasila dan perkoperasian berazaskan kekeluargaan. "Pasar moderen alfamart dan Indomaret adalah kapitalisme bisa dibuktikan dari keuntungan hanya didapat oleh pemilik modal," ujar Ustad yang aktif memfosting kegiatan di akun facebook miliknya atas nama Muhammad Syafaat ini.
Dedagang kecil di Inhu tidak akan mampu bersaing dengan Alfamart dan Indomaret, dengan kondisi tersebut kata Muhammmad Syafaat, fraksi PKS DPRD Inhu menilai, sudah terjadi persaingan bebas pemilik modal besar dengan pedagang kecil di Inhu terhadap hadirinya Alfamart dan Indomart. "Pedagang kecil tidak mampu bersaing dengan alfamart dan indomaret, pedagang kecil banyak yang gulung tikar, bahkan bangkrut," jelasnya. (spiritriau.com)


Berita Lainnya
Tata Kelola Universitas Ugal-ugalan, Akademisi Hukum Soroti Kelalaian UNRI
Tokoh Adat Inhu Kutuk Premanisme di Kebun Agrinas, Dukung Polisi Tangkap Gerombolan Nasrun Sitepu
Bhabinkamtibmas Kampung Tengah Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Mencekam! Puluhan Orang Gerombolan Nasrun Sitepu Serang Pekerja PT Pancawaskita di Kebun Agrinas
DPP SPKN Soroti Pengadaan Furnitur Ratusan Juta di Lingkungan Sekdaprov Riau
DPP SPKN Desak KPK, BPK dan BPKP Usut Penyimpangan Anggaran Rp27 Miliar di BPKAD Dumai
Tata Kelola Universitas Ugal-ugalan, Akademisi Hukum Soroti Kelalaian UNRI
Tokoh Adat Inhu Kutuk Premanisme di Kebun Agrinas, Dukung Polisi Tangkap Gerombolan Nasrun Sitepu
Bhabinkamtibmas Kampung Tengah Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Mencekam! Puluhan Orang Gerombolan Nasrun Sitepu Serang Pekerja PT Pancawaskita di Kebun Agrinas
DPP SPKN Soroti Pengadaan Furnitur Ratusan Juta di Lingkungan Sekdaprov Riau
DPP SPKN Desak KPK, BPK dan BPKP Usut Penyimpangan Anggaran Rp27 Miliar di BPKAD Dumai