Pilihan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
DPP SPKN Apresiasi Polda Riau Tindak Lanjuti SPPD dan Mamin di DPRD Riau
GTK 2020 IPPMKK-PKU Mengajar di Pulau Terpencil Kecamatan Moro
KARIMUN, Medialokal.co - Pulau Bahan menjadi tempat agenda kegiatan mengajar
Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Karimun - Pekanbaru (IPPMKK-PKU) dalam program Goes To Karimun (GTK) tahun 2020.
Pulau Bahan memiliki keindahan alam yang sangat dinikmati bagi pendatang, jika dilihat dari Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat indah, tetapi belum memungkinkan bagi fasilitas pembangunan serta faktor yang belum mendukung seperti Listrik yang masih menggunakan mesin individu dirumah masyarakat masing-masing, air bersih yang sangat kurang, fasilitas Kesehatan yang Kurang Memadai, serta jaringan komunikasi yang sangat terbatas, dan jalur transportasi yang kurang.
Umumnya, Pulau Bahan hanya memiliki SD dan SMP sedangkan untuk tingkat SMA berlokasikan di Pulau Seberang antara Desa Lusung Niur dan Moro.
Jika selesai dari tingkat SLTP siswa/siswi Pulau Bahan tersebut harus nyebrang ke Pulau tersebut hingga mengeluarkan ongkos Rp 50.000 untuk sekali jalan atau tinggal di Pulau yang memiliki SMA.
Menyikapi ha tersebut, IPPMKK-PKU melakukan diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat setempat, dan berharap ini menjadi PR bagi pemerintah untuk memandang pentingnya transportasi atau fasilitas yang kurang memadai dipulau terpencil tersebut.
Karena, dipulau ini juga memiliki anak-anak yang harus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan merasakan fasilitas yang memadai untuk mengikuti perkembangan perkembangan tekhnologi saat ini.
Muhammad Julayka selaku KETUA II IPPMKK-PKU sekaligus mahasiswa yang berasal dari kecamatan moro juga menyampaikan, peran pemerintah daerah dalam mengedepankan pendidikan dikabupaten karimun sangat dibutuhkan.
"Tentunya dengan harapan pemerintah memperhatikan akses akses penunjang pendidikan seperti bantuan bantuan transportasi untuk siswa/siswi dipulau bahan yang ingin melanjutkan pendidikan SLTA ke Lusung Niur atau Moro hingga mudah bagi mereka untuk melakukan perjalanan," ujarnya
Harapan dengan adanya diskusi ini, pemerintah bisa memandang pentingnya pembangunan atau fasilitas yang belum memadai dan terlebih transportasi bagi siswa/siswi dipulau bahan hingga bisa melanjutkan pendidikan SLTA ke pulau lain tanpa mengeluarkan ongkos yang besar dan menempat dipulau yang ada SLTA tersebut.
Dalam serangkaian mengajar IPPMKK-PKU dipulau bahan tersebut, yaitu pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang juga menjadi pentingnya menjaga kebersihan termasuk lingkungan setempat.
Haerizul Fahrullah alumni Magister Ilmu Lingkungan dan juga merupakan alumni IPPMKK-PKU, menyampaikan bahwa pola hidup bersih dan menjaga kelestarian lingkungan sangat penting diajarkan kepada anak anak sejak dini. Harapannya ini mampu menjadi kebiasaan.
"Selain itu juga, hal tersebut sangat penting dilakukan karena mengingat jika lingkungan tidak bersih banyak menimbulkan sumber-sumber penyakit terlebih dipulau pulau terpencil seperti pulau bahan fasilitas kesehatan masih kurang memadai," imbuhnya (*)


Berita Lainnya
Komunitas Guru Penggerak Berganti Nama, Inhil Student Championship 2026 Resmi Dilaksanakan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
Mahasiswa UMRI Edukasi Pencegahan Radikalisme di SMK Perpajakan Riau
SD 021 Teluk Bakau Estate Terima Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Riau
Anggaran Bidang SMA di Disdik Riau 2025 Sampai Rp100 Miliar, DPP-SPKN Sebut Efisiensi Hanya Slogan!
Komunitas Guru Penggerak Berganti Nama, Inhil Student Championship 2026 Resmi Dilaksanakan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
Mahasiswa UMRI Edukasi Pencegahan Radikalisme di SMK Perpajakan Riau
SD 021 Teluk Bakau Estate Terima Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Riau
Anggaran Bidang SMA di Disdik Riau 2025 Sampai Rp100 Miliar, DPP-SPKN Sebut Efisiensi Hanya Slogan!